Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Ketidaktertiban Administrasi Aset Ganjal Pemkot Bekasi Raih WTP


Kota Bekasi - Glest Radio - Ketertiban birokrasi Pemerintah Kota Bekasi dalam mencatat administrasi aset mendapat sorotan Badan Pengawas Keuangan (BPK). Kelemahan dalam hal tersebut pun membuat penilaian kinerja Pemerintah Kota Bekasi menuai opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK.

Kepala Inspektorat Kota Bekasi Cucu Syamsudin menyebutkan, ketidakjelasan administrasi aset ini totalnya senilai Rp 17 miliar. Dinas Pendidikan merupakan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) yang paling tinggi ketidakcocokan administrasi asetnya.

"Nilainya mencapai Rp 10 miliar. Di SKPD lain tidak sebesar itu. Namun hampir semuanya ada administrasi aset yang tidak cocok," kata Cucu, Minggu (1/7/12).

Ketidakcocokan administrasi aset di Dinas Pendidikan berupa mebelair, komputer, dan barang-barang lain yang kebanyakan berada di sekolah. Ketidakcocokannya berupa kesalahan mengelompokkan aset sebagai barang habis pakai atau aset tetap.

"Setelah menelusuri di lapangan, selain kesalahan pengelompokan tersebut, ada juga temuan aset yang tercatat tapi barangnya tidak ada. Ini pun kami duga karena barangnya berada di satu sekolah, sedangkan catatannya tercantum di sekolah lain," katanya.

Menurut Cucu, ketidaktertiban pencatatan administrasi aset ini bukan kali pertama disoroti BPK. Sudah tiga tahun terakhir, BPK selalu menyoroti hal ini. Meskipun nilai ketidakcocokan asetnya terus berkurang. Mulai dari Rp 56 miliar dari hasil audit kinerja tahun 2009, menjadi Rp 30 miliar pada tahun 2010, dan Rp 17 miliar tahun 2011.

"Oleh karena itu, kinerja pegawai terus dibenahi. Termasuk dalam ketertiban pencatatan administrasi aset ini," katanya.

Sementara untuk lingkup Dinas Pendidikan, Cucu mengimbau tugas pencatatan administrasi aset tidak dibebankan kepada kepala sekolah. Melainkan pada petugas khusus yang memang menguasainya.

"Biarkan kepala sekolah fokus pada peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, pengawas sekolah juga harus lebih aktif memantau pengelolaan keuangan serta perihal aset ini," katanya. (A-184/A-108)

Sumber : Pikiran Rakyat

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food