Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Calon Independen di Kota Bekasi Rawan Manipulasi Dukungan

Kota Bekasi - GlestRadio .com - Modus yang dilakukan dengan membagi-bagi sekantong minyak goreng di masyarakat.

Organisasi sosial Sahabat Muslim Indonesia tingkat Kota Bekasi, Jawa Barat, mengingatkan Komisi Pemilihan Umum setempat agar lebih teliti dalam melakukan verifikasi dukungan bakal calon independen mulai 26 Juni-9 Juli 2012.

"Kami mensinyalir, proses pengumpulan dukungan melalui fotokopi KTP dan tanda tangan warga rawan manipulasi," ujar Ketua Perkumpulan Sahabat Muslim Indonesia Kota Bekasi, Muhammad HS di Bekasi, Rabu.

Menurut dia, persyaratan pasangan calon Wali Kota Bekasi dari jalur independen yang harus melampirkan dukungan tiga persen dari jumlah penduduk Kota Bekasi 2,3 juta jiwa, bukan hal yang mudah direalisasikan, khususnya bagi tokoh yang tidak memiliki basis massa yang kuat dan ketokohan yang tidak populer.

Muhamad mengaku telah menemukan sejumlah modus pengumpulan dukungan bakal calon independen yang menyalahi aturan. Namun dirinya enggan mempublikasikan pasangan yang bersangkutan.

"Modus yang dilakukan dengan membagi-bagi sekantong minyak goreng di lingkungan komunitas masyarakat marjinal dan kelompok miskin yang dibarter dengan selembar fotokopi KTP beserta fotokopi anggota keluarga si penerima minyak goreng," ujarnya.

Cara lainnya, kata dia, adalah dengan mengadakan program beasiswa kuliah di perguruan tinggi dengan bekerja sama melalui perguruan tinggi swasta yang memang kekurangan mahasiswa di kelas regulernya.

Setiap pendaftar bea siswa disyaratkan untuk menyerahkan fotokopi KTP dirinya beserta seluruh anggota keluarganya yang tercantum di Kartu Keluarga (KK).

"Apabila berhasil lolos dari seleksi yang dilakukan oleh panitia beasiswa, maka kepada calon penerima bea siswa diberikan tugas untuk mencari KTP tambahan dari anggota keluarganya yang lain, kaum kerabatnya serta teman dan kenalan-kenalannya.

"Lalu ada lagi modus pengumpulan KTP dengan memanfaatkan usaha fotokopi. Caranya,tim sukses calon independen melakukan kerja sama dengan pemilik usaha fotokopi. Setiap lembar fotokopi KTP yang berhasil dikumpulkan oleh si pemilik usahanya akan dibayar sebesar Rp2.000," katanya.

Menurut dia, upaya mencari dukungan dengan modus seperti itu tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

Secara terpisah, Ketua Perekrutan PPK/PPS KPU Kota Bekasi, Syafrudin, menilai verifikasi pengumpulan dukungan ada pada ranah kerja Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

"Kami sifatnya hanya mencocokkan bukti dukungan berupa tanda tangan fotokopi KTP kepada pemiliknya," ujarnya.

Penulis: Antara/ Murizal Hamzah

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food