Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Pelebaran Jalan Juanda Undang Pro Kontra

Glest Radio com, Bekasi - Rencana pelebaran dan pengoperasian dua arah Jl. Ir. H. Djuanda mendapat tanggapan pro dan kontra dari masyarakat Kota Bekasi. Padahal Pemkot Bekasi sudah merencanakan sejak Desember lalu.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, mengungkapkan pihaknya terpaksa menunda rencana tersebut. “Banyak warga yang menolak terutama jika tanahnya terkena pelebaran jalan, selain itu juga ada alasan teknis sehingga belum bisa kita realisasikan,” kata Rahmat.

Sekretaris Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rencana pelebaran Jl. Ir. H Djuanda sudah disusun dan diajukan ke Pemerintah Pusat walaupun belum mendapat respon positif. “Sudah kita ajukan ke Pusat tapi belum ada tanggapan,” jelas Tri.

Dikatakannya, rencana pelebaran jalan itu masuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Direncanakan akan ada pelebaran hingga 7 meter, sehingga menjadi 14 meter. Selain itu juga harus diikuti dengan pelebaran jembatan di Kali Bekasi yang menghubungkan kawasan Stasiun Bekasi dan Proyek.

“Nilai proyek pelebaran Jl. Ir.H.Djuanda direncanakan mencapai Rp 30 miliar lebih, Dinas Bimarta sudah menentukan garis sepadan dan pola bangunan yang akan dilakukan,” katanya.

Ditambahkan Tri, Jl. Ir. H Djuanda termasuk salah salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat. Jalan ini memanjang mulai depan Stasiun Bekasi sampai perempatan Bulak Kapal Bekasi Timur. Melewati kompleks pertokoan Pasar Proyek, Pasar Baru Bekasi, Terminal Induk Bekasi.

Selain itu, di sepanjang jalan ini juga terdapat beberapa kantor instansi seperti Kantor KPUD Bekasi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Perencanaan Daerah, Dinas Bangunan dan Tata Ruang serta beberapa kantor Bank.

Selama ini, pengoperasian jalan tersebut hanya satu arah sehingga membuat perputaran ekonomi di wilayah tersebut, terutama dari Stasiun Bekasi hingga Pasar Baru Bekasi, tidak berkembang.

Sejumlah pedagang di Pasar Proyek menyesalkan gagalnya rencana pelebaran jalan dan pengoperasian dua arah. Sebab, sebelumnya pernah dijanjikan oleh Rahmat Effendi waktu masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi.

“Jangan inkar janji dong, jangan-jangan ada kepentingan pengusaha di luar Jl. Djuanda yang memang menginginkan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini mati,” kata Beni, satu pedagang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bekasi, Ronny Hermawan, mendesak Pemkot Bekasi mempercepat pembangunan di kawasan tersebut sehingga pertumbuhan ekonomi semakin cepat. Menurutnya para pedagang pasti dapat bekerja sama, asal ada sosialisasi yang melibatkan mereka.

“Selama ini pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalan ini tidak berkembang, karena hanya satu arah dan jalannya sempit. Harus segera ada pelebaran dan membuka arus dua arah, karena jalan ini merupakan akses penting yang berada di tengah kota,” tegas Ronny. (*/suk)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food