Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Meski Tak Punya Payung Hukum Pemkot Tetap Kucurkan Rp 46 Miliar Untuk TKK

Bekasi - Glest Radio .com: Meski tidak memiliki payung hukum, Pemerintah Kota Bekasi tetap membayar honor Tenaga Kerja Kontrak (TKK) sebesar Rp 46 miliar, dari APBD tahun 2012. Pembayaran itu akan dilakukan 11 April 2012.

PLT. Walikota Bekasi Rahmat Efendi,  nekat  membayar kepada 4.042  TKK dilingkungan   yang menyebabkan Pemkot Bekasi tidak dapat memperoleh catatan wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena hal tersebut melanggar ketentuan.
Ditambahkanya Surat Keputusan (SK) pembayaran honor sudah diberikan kepada pihak BKD pada Kamis pekan lalu dan akan diberikan pembayaran pada Rabu (11/4/12) pekan ini,
Terpisah Ketua DPD  PKS kota Bekasi Choeruman J Putro mengatakan jika Pemkot Bekasi tetap membayarkan honor TKK maka akan menyebabkan catatan BPK sehingga sulit mendapatkan penilaian wajar tanpa pengecualian
Pendapat yang tak jauh berbeda juga dikemukakan Firdaus Ketua umum LSM  Masyarakat Peduli Aset Negara kota Bekasi. Firdaus menilai harapan Pemkot Bekasi untuk mendapatkan penilaian  wajar tanpa pengecualiuan tahun 2012 dari Badan pemeriksa Keuangan (BPK) hanya Mimpi.
Pernyataan itu disampaikan Firdaus saat ditemui di gedung DPRD kota Bekasi.
Menurutnya,  keinginan PLT. Walikota Bekasi Rahmat Efendi untuk mendapat WTP pada penilaian BPK tahun 2012 hanya angan angan  saja dan tidak akan menjadi  kenyataan.
Sebab katanya, saat ini penanganan aset di Pemkot Bekasi sangat buruk, terbukti sebanyak 380 perumahan yang ada belum menyerahkan lahan Fasos Fasum kepada Pemkot Bekasi yang akan berakibat menjadi penilaian buruk oleh BPK.
Firdaus telah meminta keterangan kepada dinas terkait, tetapi jawaban yang diberikan kepala bidang aset Asep Gunawan justru melempar tanggung jawab kepada dinas lain.
Lebih lanjut Firdaus mengaku selain aset perumahan yang berantakan aset pasar  juga demikian. Terbukti penanganan aset pasar Family tendernya tidak menggunakan proses lelang, paparnya.(Bayu Samudra/Inas)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food