Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Wali Kota Bekasi Dieksekusi Lusa

Jakarta - Glest Radio .com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal segera mengeksekusi vonis enam tahun penjara terhadap Wali Kota Bekasi nonaktif Mochtar Mohammad, Kamis 15 Maret 2012 lusa. Sirra Prayuna, pengacara Mochtar, mengaku telah menerima surat eksekusi Senin lalu. "Kami sudah diminta menghadap jaksa KPK untuk eksekusi," kata Sirra saat bertandang ke kantor KPK, Selasa 13 Maret.

Namun Sirra merasa berkeberatan dengan surat eksekusi yang tiba-tiba dilayangkan jaksa KPK kepadanya. Sebab surat itu lebih dulu datang dibanding salinan amar putusan hakim Mahkamah Agung. "Eksekusi saja kalau ada salinan putusan, tapi sampai hari ini belum ada," ujar Sirra yang mengaku akan menyampaikan keberatannya kepada jaksa KPK.

Hakim Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa KPK dan menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada Mochtar, 7 Maret 2012. Putusan ini sekaligus membatalkan vonis bebas yang dijatuhkan hakim Tindak Pidana Korupsi Bandung pada Selasa 11 Oktober 2011.

Mochtar dianggap terbukti korupsi pada empat kasus, yakni suap Piala Adipura 2010, penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, suap kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan penyalahgunaan anggaran makan-minum. Jumlah kerugian negara ditaksir mencapai Rp 5,5 miliar.

Menurut Sirra, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mengamanatkan bahwa terpidana memiliki hak menerima salinan putusan hakim sebelum eksekusi. Hal itu penting untuk mengetahui lebih jelas pertimbangan hakim, sehingga seorang terpidana dijatuhi vonis hukuman. 

Ia khawatir putusan hakim yang telah ditayangkan secara terperinci melalui media massa itu mengalami perubahan. Sebab, menurut dia, terdapat sejumlah perkara di Mahkamah Agung yang belakangan diubah. "Karena pernah ada kasus yang berubah putusannya," kata dia tanpa menyebutkan kasus yang berubah itu.

TRI SUHARMAN

Sumber : Tempo

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food