Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Dana Talangan e-KTP Kota Bekasi akan Diganti dari APBD Perubahan

Glest Radio .com - Kota Bekasi.- Pelaksana Tugas Walikota Bekasi Rahmat Effendi menginstruksikan kepada aparatur kecamatan dan kelurahan di wilayahnya untuk mendata besar anggaran instansi yang terpakai untuk menalangi pembiayaan penyelenggaraan program e-KTP. Ia akan mengupayakan alokasi anggaran untuk mengganti dana tersebut di APBD Perubahan Kota Bekasi 2012.

Hal tersebut disampaikan Rahmat setelah mengetahui petugas kecamatan dan kelurahan banyak yang harus menalangi kekurangan pembiayaan program e-KTP karena dana dari pemerintah pusat tidak memadai.
Seperti yang dialami Camat Rawalumbu Edi Sutardi. Ia harus menalangi biaya penambahan daya listrik yang memakan dana hingga Rp 6 juta. Sementara lurah di wilayahnya menalangi kekurangan dana pengadaan alat tulis kantor (ATK).
"Semisal biaya penambahan daya listrik termasuk belanja nonurusan, mudah-mudahan bisa diajukan di ABT (Anggaran Belanja Tambahan, -red). Namun dana-dana selain itu, selama masih berhubungan dengan program e-KTP baiknya didata lalu disampaikan pada kami," kata Rahmat usai mendeklarasikan kerukunan umat beragama di Kantor Kelurahan Kaliabang, Kecamatan Medan Satria, Rabu (15/2).
Rahmat agak menyayangkan adanya program pemerintah yang secara tidak langsung membebani kecamatan dan kelurahan. Baik beban dana maupun kinerja.
Dikarenakan tidak adanya anggaran yang memadai dari pemerintah pusat, aparatur kecamatan dan kelurahan akhirnya menggunakan dulu dana operasional yang sesungguhnya tidak diperuntukkan bagi program e-KTP. Demikian pula dengan tenaga aparatur yang terkuras hingga malam demi mengejar target program hingga April nanti.
"Memang aparatur kecamatan tetap melaksanakan program ini sebaik mungkin demi memenuhi target. Namun baiknya pemerintah lebih memperhatikan kemampuan pelaksanaan di daerah," katanya.
Sebelumnya Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata mendesak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi menyediakan anggaran yang proporsional supaya tidak membebani aparatur kecamatan.
"Selama ini terkesan Disdukcapil tidak menyentuh anggaran-anggaran demikian. Terlihat dari pengajuan dana pada APBD Perubahan Kota Bekasi 2011 dan APBD 2012. Yang diajukan hanya honor operator dan petugas keamanan serta ATK. Jumlahnya mencapai Rp 1,2 miliar dan Rp 400 juta, tapi tetap tidak mencukupi," katanya. 
Sumber : Pikiran Rakyat

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food