Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Kontrakan dan Kosan Di Kota Bekasi Kena Pajak

Glest Radio - Pemilik kontrakan dan kos-kosan bersiap-siaplah merogoh kocek untuk membayar pajak usaha mereka ke pemda. Saat ini DPRD Kota Bekasi tengah menggodok peraturan daerah (perda) tentang kewajiban membayar pajak untuk pemilik kontrakan. Pembahasan mengenai itu akan segera dibahas dalam sidang panitia khusus (Pansus) 11 hari ini, Senin (11/9).

Ketua Pansus Ahmad Ustuchri mengungkapkan pembahasan kontrakan dan kos yang terkena pajak itu dibahas bersamaan dengan revisi perda tentang pajak hotel dan penginapan untuk meningkatkan kas daerah sebagaimana amanat UU 28/2009 tentang pajak daerah. ’’Intinya untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bekasi selain dari sektor  hotel dan penginapan,’’ terang Ustuchri.
Perda pajak kos dan kontrakan itu, sambung Ustuchri, masih akan dipertimbangkan beberapa hal diantaranya, soal kategori rumah kos atau kontrakan yang dikenakan pajak. ’’Dalam UU tak diatur tentang kriteria. Nah, kami akan membuat batasan rumah kost yang dikenakan pajak, misalnya, kost dengan fasilitas AC dan lahan parkir, ’’terangnya.
Selama ini, lanjut politisi PKB itu, dalam UU 28/2009 tak disebutkan spesifik rumah kos yang terkena pajak. ’’Tapi, kami akan ajukan beberapa rumah kos yang terkena pajak,’’ beber politisi yang juga pimpinan pesantren di Kaliabang, Pejuang, itu.
Meski akan diberlakukan pungutan pajak bagi pemilik rumah kost serta kontrakan, Uschtuhri mengatakan peraturan tersebut tidak lantas diberlakukan bagi semua pemilik kontrakan.
Menurutnya, ada kriteria tertentu. Antara lain, rumah kost dan kontrakan mewah serta minimal jumlah rumah kost dan kontrakan lebih dari 10 unit. Bagi pemilik kontrakan yang memiliki jumlah kurang dari itu, maka tidak akan dikenakan pajak.
’’Tidak semua rumah kos dan kontrakan dikenakan pajak, tentu ada kriterianya. Yaitu kos serta kontrakan mewah, itupun yang jumlahnya minimal di atas sepuluh,” paparnya
Usctuhri menambahkan, aturan yang akan diberlakukan tersebut diusahakan tak akan membebani masyarakat yang kurang mampu. ’’Tidak mungkin kita menarik pajak dari rumah kos dengan harga sewa di bawah Rp200 ribu per bulan. Nanti malah membebani masyarakat,” tegasnya.
Saat ini, berdasarkan data sedikitnya ada 570 pengusaha rumah kos dan kontrakan di 6 kecamatan dari total 12 kecamatan di Kota Bekasi. Itupun baru kecamatan dengan jumlah kepadatan penduduk serta pendatang yang jumlahnya kecil.
Diprediksi, jumlah pengusaha rumah kos dan kontrakan masih akan terus bertambah dengan banyak pendatang yang mengais rejeki ke Kota Bekasi. Bekasi sendiri secara geografis sangat strategis bagi para pekerja, baik di Bekasi maupun wilayah sekitar Bekasi. (lan)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food