Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Diusir dari Rumah Dinas, WaliKota Bekasi M2 Melawan

Kota Bekasi - Glest Radio: Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah yang dialami Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad. Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, seluruh fasilitas kedinasan mulai dilucuti. Bahkan, Mochtar diminta angkat kaki dari rumah dinas.

Mochtar yang kini berstatus wali kota nonaktif berang kala Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Zaki Oetomo memintanya pindah dari rumah dinas yang beralamat di Plaza Pemkot Bekasi di Jalan Ahmad Yani.


"Meski nonaktif, saya masih menjabat sebagai wali kota. Jangan coba-coba membuat saya marah," pekik Mochtar, Minggu (7/8).

Reaksi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Bekasi ini tidak seperti sebelumnya. Mochtar biasanya tenang menghadapi segala persoalan. Kali ini sikap tersebut diselimuti emosi.

"Selama ini kurang baik apa saya kepada mereka (pejabat Pemkot Bekasi). Apa seperti ini balasannya?", tanya dia.

"Saya akan pindah dari rumah dinas jika sudah ada hasil vonis Pengadilan Negeri Tipikor Bandung," sambungnya.

Zaki mengaku hanya menyampaikan amanat dari Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Rahmat Effendi.

Katanya, salah satu poin dalam surat Kementrian Dalam Negeri nomor 120/936/OTDA menyebutkan penyerahan rumah jabatan dan perlengkapannya serta kendaraan dinas  kepada pemerintah daerah selambat-lambatnya tiga bulan sejak yang bersangkutan dinyatakan berhenti sementara.

Tidak hanya itu, Zaki berujar, amanat yang disampaikan kepada Mochtar juga merupakan ancang-ancang untuk menjawab pertanyaan wartawan seputar realisasi surat Kemendagri.

"Saya hanya disuruh pak Plt karena khawatir ada wartawan yang menanyakan penggunaan rumah dinas itu," katanya.

Namun, melihat reaksi Mochtar, Zaki kemudian menyampaikan hasil pertemuan tersebut dengan Rahmat Effendi. Setelah berunding dan mempertimbangkan hasil pertemuan, pemerintah setempat akhirnya mengizinkan Mochtar dan keluarganya menempati rumah dinas.

"Pak Mochtar diizinkan tinggal dirumah dinas hingga ada keputusan dari pengadilan tipikor," jelas Zaki.

Diketahui, Mochtar yang kini tengah menjalani proses persidangan di PN Tipikor Bandung, Jawa Barat, merasa dilecehkan dengan pelucutan fasilitas dinas. Dirumah dinas tersebut Mochtar membiayai kebutuhannya dengan biaya sendiri.

"Saya sudah jadi terdakwa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Saya sudah bersedia tidak menggunakan fasilitas dinas lainnya namun saya hanya minta diijinkan tinggal dirumah dinas dengan uang pribadi," ucap Mochtar. (*/OL-10)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food