Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Temuan Penyimpangan Penerimaan Siswa Baru di Disdik Kota Bekasi

Kota Bekasi - Glest Radio– Ada 5.446 siswa baru sekolah negeri diterima di luar kuota resmi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Ini jelas melanggar aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) sistem on line . Oleh karena itu, Badan Musyawarah Pendidikan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, segara membawa masalah ini ke PTUN.

Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Sukito mengatakan segera mengambil langkah hukum atas dugaan pelanggaran jual-beli kursi di sekolah negeri. “Kami akan mengadu ke Pengadilan Tata Usaha Negera di Bandung,” katanya.Bukti-bukti pelanggaran yang ditemukan BMPS, kata Sukito, sangat kuat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Encu Hermana mengatakan sulit mengatasi minat masyarakat memasukkan putra-putrinya ke sekolah negeri. “Adanya program sekolah gratis semakin mendorong orangtua memasukkan anaknya ke sekolah negeri,” katanya.
Pengurus BMPS Supardi mengatakan pelaksana PPDB on line melakukan penyimpangan dengan cara menjual kursi sekolah negeri jalur bina lingkungan. Sebagai bukti, pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri kuota sebenarnya 3.508 siswa, tetapi yang diterima 7.489 siswa.
Adapun Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri semestinya hanya 1.313 siswa, tetapi yang diterima 2.778 siswa. “Sangat jelas terjadi penyimpangan jual beli kursi,” kata Supardi, setelah acara dialog BMPS dengan Pemerintah Kota Bekasi, di Islamic Center, Kota Bekasi, Kamis (21/7)
Mekanisme PPDB on line di Kota Bekasi telah berjalan tiga tahun terakhir, dengan porsi siswa yang diterima 75 persen dari total daya tampung. Porsi 25 persen sisanya adalah penerimaan lewat jalur bina lingkungan yang diperuntukkan kepada siswa berprestasi di sekitar sekolah dan siswa yang tidak mampu atau masyarakat miskin.
Daya tampung siswa baru tahun ini, untuk SMP Negeri sebanyak 14.030 siswa dan 5.250 untuk SMA Negeri lewat jalur on line. “Dalam jumlah siswa yang diterima di masing-masing sekolah masih lebih banyak dari kuota yang sudah ditentukan,” katanya.(Dieni/b)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food