Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

SPBU di Bekasi Belum Larang PNS Beli BBM Bersubsid

BEKASI – Adanya rencana pemerintah melarang kalangan pegawai negeri sipil (PNS) untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi,  pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bekasi, belum menerima surat tertulis dari PT Pertamina.

“Sampai dengan saat ini, kami belum menerima himbauan secara tertulis dari pemerintah maupun pertamina. Dan kalau memang sudah ada, kami akan melaksanakannya segera,” kata Manager SPBU 31.171.01, Bekasi, M. Haris Aulia.
Menurut Haris, selama ini upaya sosialisasi sudah dilakukan melalui spanduk dan himbauan langsung dari operator SPBU kepada pengendara golongan mampu untuk menggunakan BBM bersubsidi.
Dia menegaskan, sudah sekitar seminggu ini, setiap operator SPBU memakai rompi himbauan kepada masyarakat mampu, untuk tidak membeli BBM bersubsidi.
“Rompi itu diberikan langsung oleh pertamina kepada seluruh SPBU, dan salah satu bentuk kampanye penggunaan BBM bersubsidi,” tambah Haris.
Ia mengakui, himbauan untuk melarang masyarakat yang mampu agar tidak menggunaan BBM bersubsidi, tidak bisa dipaksakan, meskipun pemerintah sudah menegaskan jika premium hanya untuk golongan tidak mampu.
“Setiap pengendara pasti mau cari BBM yang harganya murah, meskipun kenyataannya mereka punya uang untuk membeli BBM non subsidi, seperti Pertamax Cs,” terang Haris.
Dari hasil pantauan Radar Bekasi di SPBU 31.171.01, harga BBM non subsidi, Pertamax Cs mengalami penurunan sejak tanggal 16 Juli 2011 lalu.
Untuk Pertamax dijual Rp8.050 perliter dari sebelumnya Rp8.350 perliter, dan Pertamax Plus turun dari Rp8.550 perliter menjadi Rp8.500 perliter. Sedangkan untuk harga BBM bersubsidi masih stabil, yakni, Premium dijual Rp4.500 perliter dan Solar Rp4.500 perliter.
Menanggapi rencana pemerintah untuk melarang PNS menggunakan BBM bersubsidi, Suryana, salah seorang PNS di Kota Bekasi mengaku siap mengikuti aturan tersebut.
“Kalau memang kebijakan dari pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, saya siap tidak keberatan menggunakan BBM non subsidi,” tuturnya kepadaRadar Bekasi, kemarin.
Akan tetapi, ia berharapa, jika memang kebijakan itu diterapkan, pemerintah harus memastikan kalau semua PNS tidak ada lagi yang menggunakan BBM bersubsidi.
“Ya kalau memang itu sudah kebijakan pemerintah dan upaya mensejahterakan masyarakat, kami sih ikuti saja aturannya, asalkan nasib PNS juga diperhatikan,” pungkasnya. (zal/radar)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food