Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Sibuk dengan Plt Walkot, Koswara Disalahkan

Kota Bekasi - Glest Radio - Merasa disalahkan dengan keterlambatan RKA di Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Koswara, Kepala Dinas Tata Kota yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Perencanaan memberikan bantahan kalau persoalan RKA akibat dirinya.

“Kenapa jadi saya yang akhirnya merasa disalahkan dengan keterlambatan RKA. Memang benar kalau tugas saya itu sebagai pembuat RAB dan gambar, tapi itu tidak kemudian bisa dikaitkan dengan terlambatnya RKA yang akhirnya hingga saat ini belum ditandatangani oleh Pak Agus Sofyan yang saat itu menjabat Kepala Dinas. Tanpa RAB dan Gambar seharusnya RKA sudah bisa ditandatangani oleh Kadis,” beber Koswara, sambil memberikan pembelaan.
Selain itu, Kadis yang diketahui sangat dekat dengan penentu kebijakan saat ini (Plt Walkot), itu mengatakan, sebenarnya persoalan pembuatan RKA jauh hari sudah diselesaikan masing masing bidang dalam hal ini sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Keuangan (PPTK).
“Lantas kalau kemudian sudah selesai jauh hari sebelumnya RKA, kenapa tidak ditandatangani saat itu, dan akhirnya saya yang merasa dipojokan,” ucapnya.
Terpisah, Susanna Herlina, Kabid Pelayanan Keluarga Berencana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Disbimarta mengakui, kalau Agus Sofyan atasannya di Disbimarta saat itu sudah benar memerankan tugas fungsinya sebagai Kadis Bimarta sebagai pengguna anggaran.
Setidaknya hal itu dibuktikan dengan seringnya Agus Sofyan mengingatkan bawahan dalam mempercepat penyelesaian RKA, termasuk mengingatkan Koswara, Kabid Perencanaan yang saat itu diketahui disibukan dengan tugas luar bersama Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau yang akrab disapa Pepen.
“Sebagai Wasdal saya sudah jauh hari koordinasi dengan Bidang Perencanaan, karena beliau (Koswara) lebih banyak tugas dengan Plt walkot, mungkin tidak terpantau dan akhirnya tugasnya sebagai Kabid Perencanaan lambat. Ini pun saya sudah sampaikan langsung kepada Plt Wali Kota saat itu. Dan dengan kejadian saat ini, menurut saya wajar kalau akhirnya Pak Agus menolak tandatangan karena sudah lewat waktu,” paparnya, saat dihubungi Radar Bekasi.
Sementara itu, dengan persoalan yang akan berdampak terhadap tersendatnya pembangunan di Kota Bekasi, terlebih sektor infrastruktur akibat persoalan belum ditandatanganinya RKA, Heli Mulyaningsih anggota DPRD Kota Bekasi menilai, hal ini terjadi akibat salah satu kelemahan pihak eksekutif dalam hal ini Plt Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi sebagai penanggungjawab pemerintahan.
“Plt, sebagai penangungjawab pemerintahan harus bisa menyelesaikan persoalan ini. Dan harus segera mencari titik temu, jangan kemudian para pejabatnya melemparkan persoalan seperti itu. Mungkin Agus sebagai Kadis sudah benar mengingatkan, dan akhirnya akibat keterlambatan beliau takut untuk menandatangani RKA, dan perlu juga Koswara dimintai penjelasan,” jelas politisi asal Demokrat ini.
Bahkan, Heli juga mengatakan, persoalan yang terjadi adalah salah satu bentuk lemahnya komunikasi antara Pepen sebagai Plt Wali Kota Bekasi dengan dewan, yang jauh hari juga sering mengingatkan persoalan RKA dan lebih disibukan dengan mutasi dan rotasi. (rif/radar)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food