Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

PPDB Jalur Bina Lingkungan Marak Intervensi

KOTA BEKASI, Glest Radio -Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur bina lingkungan di Kota Bekasi marak intervensi. Intervensi yang mengatasnamakan anggota DPRD, Dinas Pendidikan, atau pejabat pemerintah lainnya meresahkan sekolah.
Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi mengatakan, jika ditemukan anggota DPRD atau pejabat pemerintah yang mengeluarkan rekomendasi tertulis kepada sekolah untuk menerima salah satu calon siswa tertentu, ia akan mengungkapnya di media massa.

"Sebab dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya tidak dibahas sistem rekomendasi seperti demikian. Itu sama saja dengan intervensi kepada kepala sekolah. Hal itu yang membuat jalur bina lingkungan setiap tahunnya kerap meresahkan sekolah," katanya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (30/6).
Kepala sekolah yang menerima rekomendasi demikian, diharapkan Sardi, segera melaporkannya kepada Komisi D DPRD Kota Bekasi. Seperti yang disampaikan Kepala SMAN 14.
"Pejabat RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat merekomendasikan beberapa nama agar diterima di sekolah tersebut," katanya.
Lebih lanjut dikatakan Sardi, DPRD dan Dinas Pendidikan sebelumnya sudah sepakat untuk tidak membiarkan pola rekomendasi melalui memo tertulis terus berlangsung. Pembiaran pola seperti ini hanya akan mengganggu kelangsungan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur online dan lebih lanjutnya kegiatan belajar mengajar saat tahun ajaran baru mulai bergulir. Untuk menjamin kuota 20 persen jalur bina lingkungan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang salah,
Sardi pun meminta agar petugas pendaftaran di tiap-tiap sekolah memeriksa dengan saksama kelengkapan persyaratan yang dilampirkan calon siswa.
Pendaftar melalui jalur bina lingkungan bagi warga miskin, yang kuotanya sebesar 7,5 persen, harus melampirkan surat keterangan tidak mampu. Sementara yang memanfaatkan jalur bina lingkungan bagi warga yang berlokasi dekat sekolah, kuota sebesar 12,5 persen, harus menyertakan kartu keluarga serta surat keterangan domisili yang dilegalisir RW atau Lurah setempat.
"Administrasi ini harus ketat pemeriksaannya. Kalau tidak demikian, akan sulit memprioritaskan calon siswa yang diterima," katanya.
Berdasarkan pantauan di SMAN 2 Kota Bekasi, peminat jalur bina lingkungan cukup tinggi. Selama tiga hari pendaftaran, 27-30 Juni 2011, tercatat sedikitnya 124 pendaftar. Jumlah itu lebih banyak daripada kuota yang tersedia, yakni 79 kursi.
Wahyu, petugas pendaftaran, mengungkapkan, dari jumlah itu hanya sekitar 50 orang yang merupakan calon siswa tak mampu. Sementara sisanya, datang dengan rekomendasi berbagai pihak.
Salah satunya ialah Juleka (47). Ia mendaftarkan sang anak ke sekolah ini karena mendapat rekomendasi sang kakak. "Kakak saya wartawan. Disuruh masuk sini saja melalui jalur bina lingkungan. Saya coba, karena kalau lewat jalur online sulit, nilai anak saya kecil," katanya. (A-184/kur)***

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food