Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Pemkot Bekasi Hentikan Pembangunan Fly Over A Yani

Kota Bekasi - Glest Radio – Pembangunan jalan layang (fly over) Summarecon di Jl. A Yani,Bekasi, Jawa Barat dihentikan oleh Pemkot Bekasi. Pasalnya,
PT Summarecon Bekasi belum menyelesaikan perjanjian kerjasama (MoU) dengan Pemkot Bekasi.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Bekasi Dudy Setiabudhi, mengatakan pembangunan jalan layang sudah berjalan sejak dua bulan lalu, tetapi tanpa MoU.

Padahal, Summarecon mencaplok lahan pemkot berupa ruang terbuka hijau Taman Pramuka yang berada di lingkungan Gelanggang olahraga, seluas 6.000 M2.”Pembangunannya dihentikan sementara waktu sampai MoU dengan Pemkot Bekasi selesai dan ada kepastian,” kata Dudy.
Pengambilan lahan ruang terbuka hijau sah asalkan ada pergantian lahan dengan luas yang sama di wilayah lain. Selain itu, pepohonan yang ditebang untuk dibuat jalan raya juga harus diganti.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bekasi Zaki Oetomo mengatakan MoU perlu sebagai dasar pengikat kerjasama.
Salah satu yang diusulkan Pemkot Bekasi dalam MoU itu, kata Zaki, penggantian ruang terbuka hijau dua kali lipat dari luas lahan yang dipakai untuk jalan layang atau sekitar 12 ribu meter per segi.
JADI ASET PEMKOT
Executif Director Summarecon Bekasi Adrianto P. Adhi, mengatakan MoU pembangunan jalan layang dengan Pemerintah Kota Bekasi sedang dibuat. “Penggunaan jalan layang menggunakan lahan terbuka itu permintaan Direktorat Jenderal Bina Marga,” kata Adrianto, kepada wartawan.
Menurutnya, jalan layang A Yani bukan fasilitas eksklusif Summarecon, tetapi menjadi aset Pemkot Kota Bekasi. Pengguna jalan tidak dibatasi warga yang tinggal di Perumahan Summarecon, tetapi bisa digunakan masyarakat luas di wilayah utara Kota Bekasi. “Jalan layang merupakan fasilitas umum yang dibangun Summarecon,” katanya.
Summarecon sendiri membangun kawasan hunian modern seluas 108 hektar di kawasan Margamulya dengan berbagai fasilitas penunjang, termasuk akses jalan layang menuju dan dari pusat Kota Bekasi dengan biaya sebesar Rp150 miliar. Summarecon juga menganggarkan dana Rp 400 miliar untuk membangun infrastruktur pendukung kota mandiri itu. (Dieni/B/poskota)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food