Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Kisruh Penerimaan Siswa Baru, Disdik Bekasi Tak Mau Disalahkan.

Kota Bekasi - Glest Radio -  Sepertinya Dinas Pendidikan  (Disdik) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi  tidak mau disalahkan kisruh Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2011/2012. Adanya devisit anggaran, di akabibatkan penambahan rombongan belajar (Rombel) yang diminta DPRD setempat.

Hal itu terlihat, dimana Disdik Kota Bekasi menuding DPRD setempatlah yang membuat membludaknya jumlah siswa di luar batas kuota sekolah yang sudah ditentukan sesuai Petunjuk teknis(Juknis) dan Petunjuk pellaksanaan (Juklak)  PSB.
“Akibatnya penambahan rombel tersebut , Disdik mengalami devisit anggaran Rp.2,8 miliar pada tahun ajaran 2011/2012” ungkap Encu Hermana, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam seminar yang diselenggarakan Badan Musyawarah Pendidikan Swasta (BMPS) di Islamic Centre. Kamis 21/07/2011. 
Menurutnya  devisit itu karena penambahan yang melebihi dari aturan yang sudah ada sebelumnya sebagai pedoman PSB. Dimana kata Encu, setiap anggota dewan mendapat jatah siswa 15 orang. “Tapi kenyataannya jumlahnya mencapai ratusan. Kami tidak bisa menolak karena terus ditekan dengan alasan wajib belajar dan lain0lain sebagainya,” ungkapnya.
Lebih jauh  Encu menjelaskan,  penambahan Rombel tidak akan terjadi kalau semua pihak mengikuti ketentuan yang sudah disepakati sesuai juknis dan juklak PSB. Sebab, disalamnya sudah ada aturan yang sudah disepakati dan, namun itu tidak berjalan dengan baik karena adanya desakan dari DPRD.”Banyaknya jumlah siswa titipan dewan, otomatis anggaran membengkak yang diperkirakan mencapai  100 persen,”beber Encu.
Sebelumnya, Dewan Pendidikan Kota Bekasi melalui ketuanya, mempersalahkan Dinas yang menangani pendiddikan. Adapaun penambahan rombel  yang berakibat devisit anggaran yang bertanggung jawab bukan lembaga lain, yang berangung jawab adalah, Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
"Disdik Kota Bekasi yang bertanggung jawab adanya penambahan rombel, kalau itu salah. Seharusnya Disdik membuat suatu keputusan sebagai landasan hukum dalam penambahan rombel,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Haris Budiyono  menyarankan.
Menurut  Haris, selain berakibat terhadap pembengkakan anggaran, membludaknya jumlah peserta didik dipastikan membuat proses belajar mengajar tidak effektif. Kualitas ajarpun sudah pasti menurun.
"Kualitas akan mengalami penurunan. Bayangkan saja dengan jumlah murid yang begitu banyak dengan minimnya daya tamping.  Para siswa dipaksa untuk belajar berdesak-desakan, lain lagi dengan penambahan rombel.  Penambahan siswa dalam satu ruangan belajar dan juga penambahan rombel nantinya akan berdampak,  tidak efektif proses belajar mengajar," ujar Haris.
Untuk  menyelesaikan persoalan terseb persoalan tersebut, agar jangan berdampak buruk terhadap mutu pendidikan di Kota Bekasi, Haris menyarankan,  agar Pemkot Bekasi agar lebih peka melihat minat anak didik bersekolah di sekolah negeri.”Pemkot Bekasi harus berfikir pada percepatan pembenahan infrastuktur pendidikan, dengan menambah bangunan sekolah,  yang saat ini masih  sangat minim,” punkasnya.
Penulis: Robesk Sitompul./Sentasa-online

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food