Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Diduga Korupsi , Mantan Kadisporabudpar Kota Bekasi Alexander Zulkarnaen memperlihatkan berkas otentik anggaran 2009.

Kota Bekasi - Glest Radio-Dituding melakukan korupsi anggaran 2009 oleh Forum Mahasiswa Bekasi (Formabes), mantan kadispora Alexander Zulkarnaen langsung membongkar dokumen yang berkaitan dengan pelaksaan anggaran tahun 2009.

Dikatakan Alex, akibat laporan yang tidak mendasar dari Formabes yang ditujukan kepada dirinya, menjadi beban tersendiri bagi kinerja di tempatnya yang baru (Dinas Sosial).

“Laporan kepada Kejari yang dilakukan teman-teman mahasiswa setidaknya sudah mengganggu konsentrasi kerja saya. Saya dihubungi anak buah saya mereka sangat menyesalkan ulah Formabes, karena anak buah saya sudah bekerja dengan benar malah dituduh melakukan korupsi,”  tukasnya .
Sebagaimana yang dilaporkan Formabes ke Kejari Bekasi, ada beberapa poin yang dinilai adanya indikasi markup, Alexander pun membantah keras. “Saya tidak makan uang APBD dari proyek di dinas yang saya pimpin selama saya menjabat. Sumpah demi Allah,” serunya di Villa 200.
Alex dituding telah melakukan mark up di 5 kegiatan pada anggaran tahun 2009, salah satu di antaranya adalah kegiatan pekan olah raga cacat, juga beasiswa bagi pelajar ke luar Negeri.
“Loh, kegiatan itu ada di LKPJ, ini buktinya ada laporan pertanggung jawabannya, ada foto dokumen kegiatan. Waktu itu yang buka Pak Mohtar. Soal beasiswa, ada juga ini bisa dilihat data otentiknya,” bebernya sambil membongkar semua berkas yang ia pinjam dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi.
Terpisah, Kasi Intel Kejari Bekasi Waluyo membuat pernyataan yang sedikit membuat Alex bernafas lega. Pasalnya, menurut hasil penyelidikan korps Adhyaksa ini, belum ditemukannya indikasi markup anggaran ataupun korupsi.
“Namun begitu, kami belum mengecek aliran dana kegiatan program beasiswa yang keluar Negeri. Termasuk ada satu lagi yang masih kami telusuri,” papar mantan Kasi Intel Kejari Pandeglang ini.
Menanggapi adanya laporan warga kepada Kejaksaan Negeri Bekasi, Ketua Peradi Bekasi Salih  Mangara Sitompul dengan tegas mengatakan, sebaiknya Kejari Bekasi menindaklanjuti laporan yang diberikan dari warga kepada Kejari Bekasi, dengan menelusuri rekening aliran dana, juga mencari siapa-siapa yang mendapatkan beasiswa ke luar Negeri.
“Wah,  enak benar Kejari Bekasi dapat laporan dari warga yang sudah berupa data, bukan lagi gosip. Sebagai warga Bekasi saya berharap Kasi Intel Kejari Bekasi bisa langsung menindaklanjuti laporan tersebut, jikalau tidak juga ditindak lanjuti laporan warga, khawatir warga akan memberikan cap buruk bagi kinerja Kejari Bekasi,” singkatnya. (jie)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food