Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Dewan Sepi, Massa Kontra Interpelasi Unjuk Rasa

Kota Bekasi - Mendekati pelaksanaan interpelasi, suasana pro kontra bukan saja terjadi di kalangan politisi kalimalang. Masyarakat pun mulai ambil peranan dalam menyikapi peroslan interpelasi terhadap kebijakan mutasi yang dilakukan Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Kali ini, setelah sebelumnya ratusan massa mendatangi Gedung DPRD Kota Bekasi untuk memberikan dukungan hak interpelasi. Kali ini sekitar 300 orang yang menamakan Aliansi Rakyat  Menggugat Kinerja Dewan (Armada) mendatangi Gedung DPRD Kota Bekasi. Massa justru mempertanyakan hak interpelasi terhadap Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang menurut mereka langkah Plt Walkot sudah tepat dan benar dalam melakukan mutasi.
Mereka menolak interpelasi mutasi dan mendesak DPRD Kota Bekasi menghentikan aksi politik pengalihan kasus fee 2 persen APBD  2010.
Aksi sempat memanas karena awalnya tidak ada anggota dewan  yang menerima pendemo. Namun, karena puluhan polisi dari Polresta Bekasi siaga, mereka urung memaksa masuk gedung dewan dan berorasi di halaman gedung.
Sirojudin, koordinasi aksi Armada mengungkapkan, penolakan interpelasi tersebut karena menganggap mutasi yang dilakukan  Plt Walkot Bekasi sudah sesuai dengan izin Kemendagri dan persetujuan Gubernur Jawa Barat. “Interpelasi mutasi yang disusulkan tidak ada  manfaatnya bagi kepentingan umum,” tegasnya.
Selain itu, aksi  politik yang belakangan dilakukan anggota dewan, manurut Sirojudin hanya  sebagai pengalihan issu atas kasus fee 2 persen dalam APBD 2010 yang  melibatkan sejumlah anggota dewan.
“Justru kami melihat kinerja  dewan mandul dalam menjalankan fungsi legalisasi untuk melahirkan  Peraturan Daerah (Perda) yang berorientasi pada kepentingan masyarakat  Kota Bekasi,” katanya.
Aksi demo terus berlanjut karena menjelang  siang puluhan pendemo bertambah lagi. Mereka menggunakan sejumlah  angkutan umum yang disewa. Pendemo berorasi pula di depan pintu masuk  hingga meluber ke Jalan Chairil Anwar dan sempat membuat antrean kendaraan  di jalan tersebut.
Sementara itu, meksipun hari ini (kemarin,red) didemo oleh ratusan orang yang menolak interpelasi, anggota DRPD Kota Bekasi yang mengusung interpelasi tetap akan menggelar sidang Paripurna untuk membongkar proses mutasi yang dinilai sarat dengan masalah dan melanggar aturan, pada hari ini, Rabu (13/7).
“Pro dan kontra dalam iklim demokrasi itukan hal biasa. Ada demo yang menolak interpelasi juga biasa saja, itu hak setiap orang,” kata Haeri Parani, salah satu inisiator interpelasi mutasi yang juga anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Bekasi.
Heri menegaskan bahwa Paripurna Interpelasi akan tetap dilakukan, sesuai dengan keputusan Badan Musyarawah DPRD yang dilakukan sebelumnya. Dan interpelasi bukanlah suatu hal yang menyeramkan karena sifatnya hanya sebatas memintai keterangan kepada Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
“Saya tidak tahu apakah demo besar-besaran pagi tadi melemahkan dukungan interpelasi atau malah semakin menguatkan. Kita lihat saja besok,” pungkas Heri yang mengatakan sedang mengikuti rapat di Bandung. (rif)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food