Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Dadang Asgar Kandidat Pengganti Ketua DPRD Bekasi

Bekasi, Glest RadioPimpinan Majelis Pertimbangan Partai Demokrat Kota Bekasi, Jawa Barat, segera mempersiapkan pengganti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi setelah Azhar Laena meninggal dunia Rabu 6 Juli 2011 karena sakit. Sebagai partai pemenang Pemilu di Kota Bekasi, Demokrat segera mengusulkan pengganti Azhar.
Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai Demokrat Kota Bekasi, Slamet Siahaan, mengatakan beberapa nama kader calon pengganti segera mereka ajukan ke DPP Demokrat. Di antaranya, Dadang Asgar Nur, Rony Hermawan, dan Andi Zabidi. "Nantinya kami akan memiliki kader paling layak di antara mereka," kata Slamet.

Di antara ketiga nama itu, menurut Slamet, Dadang Asgar dinilai paling pantas. Anggota Komisi A DPRD Kota Bekasi itu telah memiliki pengalaman cukup, pernah menjabat sebagai wakil ketua DPRD periode 2004-2009, dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kota Bekasi pada periode yang sama.

Selain itu, Dadang dinilai paling bersih dan jauh dari perkara fee atau suap sebesar dua persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi 2010 dari Wali Kota non-aktif, Mochtar Mohamad, yang kini menjadi terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Bandung, Jawa Barat. Fee dua persen atau sekitar Rp 2,4 miliar itu diterima sejumlah anggota Dewan guna memuluskan pengesahan APBD. "Dadang sepertinya bersih dari perkara fee dua persen itu," katanya.

Mekanisme pengajuan pengganti Ketua DPRD adalah Majelis Pertimbangan Partai dan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Bekasi mengusulkan sejumlah nama ke DPP Demokrat. DPP Kemudian menentukan dua nama dan disampaikan ke DPRD Kota Bekasi untuk dilakukan pemilihan.

Slamet mensinyalir akan terjadi tawar-menawar dalam pemilihan pengganti Ketua DPRD nanti nanti. Dadang, kata dia, tidak memiliki modal untuk terlibat dalam politik tawar-menawar itu, tetapi Majelis Pertimbangan Partai Demokrat Kota Bekasi akan melakukan pengawasan ketat supaya pemilihan tetap besih. "Kami ingin kader terbaik yang jadi," katanya.

HAMLUDDIN

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food