Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Alih Fungsi GOR Akan Ditertibkan

Kota Bekasi - Glest Radio – Stadion Patriot dan Gelanggang Olah Raga (GOR) Kota Bekasi yang sudah beralih fungsi menjadi pasar malam, belum juga ditertibkan Pemkot Bekasi.
Kondisi tersebut sejak lama dikeluhkan masyarakat Kota Bekasi. Pasalnya warga yang ingin berolahraga di tempat tersebut menjadi terganggu dengan banyaknya pedagang kaki lima yang berjejer disepanjang jalan dan disekitar GOR.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Bekasi Aan Suhada kepada Radar Bekasi mengaku prihatin dengan kondisi GOR yang saat ini telah beralih fungsi menjadi pasar.
“Sebenarnya GOR itu dibangun untuk apa? Untuk tempat olah raga atau untuk pasar,” tuturnya kepada Radar Bekasi sembari mengatakan pihaknya telah lama mendapat keluhan dari masyarakat terkait hal ini.
Dikatakan Aan, salah satu penyebab kelemahan pengelola GOR, yakni lemahnya pengamanan. Selain itu, pengelola GOR selalu ditekan Pemkot Bekasi untuk mancapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sedangkan pemasukan PAD sendiri dari pengelolaan GOR sangat minim, yakni hanya dari penyewaan gedung, stadion dan taman kuliner. Dengan target PAD itulah maka tidak heran bila pengelola GOR membiarkan pedagang kaki lima berjualan di tempat tersebut, dengan retribusi yang dikeluarkan pedagang.
Target PAD tahun 2011 ini, kata Aan, mencapai Rp600 juta, yang sebelumnya pada tahun 2010 Rp350 juta. Target tersebut kata mantan Kadis Perindagkop ini sudah cukup tinggi, mengingat hasil yang didapat dari pengelolaan GOR itu sendiri sangat kecil.
“Yah mungkin karena pengelola selalu dikejar target PAD, makanya mereka mencari jalan satu-satunya, yakni dengan retribusi pedagang kaki lima. Setiap Sabtu dan Minggu saja ada 1000 lebih pedagang kaki lima yang berjualan,” tuturnya sembari mengatakan, setiap lapak pedagang kaki lima akan dipungut biaya sebesar Rp1500 untuk uang kebersihan.
Maka dari itu, kata Aan, pada tahun ini pihaknya akan memperketat dan mengelola GOR sesuai fungsinya, yakni dengan menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar GOR dengan cara bertahap. Selain itu juga pihaknya akan membuat dua pintu masuk GOR, yang saat ini terdapat 4 pintu masuk. (mif/radar)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food