Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Agus Sofyan, Mantan Kadis Bimarta Kota Bekasi Bersikukuh tak Mau Tandatangani RKA

BEKASI - Glest Radio - Mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Agus Sofyan bersikukuh tak akan menandatangani Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) di bekas instansinya. Agus yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan tersebut beralasan, dirinya takut terjerat hukum jika di kemudian hari muncul dampak lanjutan.

"Saat serah terima jabatan pada 22 Juni 2011, berarti semua kewenangan dan tanggung jawab saya sudah diserahkan kepada pejabat yang lama. Lalu saat berkas RKA disodorkan pada 24 Juni 2011 untuk ditandatangani, sudah bukan kewajiban saya," katanya saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Rabu (20/7).
Pertemuan dengan wartawan digelarnya setelah pada pagi harinya sejumlah karyawan di Dinas Bimarta datang ke rumahnya. Tujuannya, meminta Agus menandatangani 437 berkas RKA yang jika tidak segera dirampungkan akan makin menghambat realisasi pengerjaan infrastruktur. Lelang projek yang dijadwalkan bergulir mulai Juli 2011 pun urung dilaksanakan.
"Bukannya saya tak menghargai para mantan karyawan saya lebih jauhnya merugikan masyarakat Kota Bekasi. Tapi tolong pahami juga posisi saya sekarang ini. Kalau sampai terjadi dampak hukum karena saya menandatangani itu, saya pribadi yang menanggung akibatnya," kata Agus.
Ia berpegangan pada berita acara serah terima jabatan. Sementara Kepala Dinas Bimarta saat ini, Momon Sulaeman, berpegangan pada Kepmendagri Nomor 13 Tahun 2006 bahwa RKA ditandatangani oleh pejabat saat APBD disusun.
Menurut Agus, Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi semestinya bijak menyikapi masalah ini dengan mencarikan jalan keluar yang paling efektif. Jangan hanya mendesak dirinya tanpa mau menjamin tak akan terjadi apa pun kelak.
Agus pun menolak tuduhan yang mengatakan dirinya lalai merampungkan tugasnya. Permintaan untuk segera menyelesaikan RKA sudah berulang kali disampaikannya kepada stafnya, tapi tak digubris.
"Soalnya saya tahu akan dimutasi menjadi staf ahli sejak dua bulan sebelumnya. Makanya saya terus tugaskan para staf. Namun rupanya Kepala Bidang Perencanaan terlalu banyak kegiatan sehingga apa yang saya instruksikan tak kunjung rampung," katanya. (A-184/das)***

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food