Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Zulnaini Diduga Kaki Tangan KPK

Glest Radio.com - BANDUNG - Teka-teki penyadapan seluruh kegiatan Wali Kota Bekasi (Nonaktif) Mochtar Mohamad terungkap sudah dalam sidang lanjutan kesembilan dugaan korupsi Mochtar Mohamad di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Barat, kemarin.
Fakta persidangan menyebutkan bahwa yang diduga menyerahkan hasil rekaman dengan durasi sekitar 60 menit kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah mantan Kepala BPPT Kota Bekasi Ahmad Zulnaeni. Dan, diduga terlibat didalamnya adalah mantan ASDA II Pemkot Bekasi Zaki Oetomo.

Demikian ditegaskan Kuasa Hukum M2, Darius Dolok Saribu kepada Radar Bekasi. ”Sebagaimana fakta persidangan yang terjadi, terbukti bahwa Ahmad Zulnaeni menjadi kaki tangan KPK, karena diketahui dia yang menyerahkan rekaman semua isi hasil rapat di ruang wali kota Bekasi bulan Juni 2010 lalu,” katanya.
Mantan Anggota DPRD Jabar ini juga mengindikasikan keterlibatan Zaki Oetomo yang saat itu sebagai ASDA II dalam mengsukseskan penyerahan hasil sadapan tersebut. ”Kami saat ini menduga keterlibatan mereka berdua dalam kasus dugaan ini dan merekayasa semuanya, M2 tidak bersalah kok,” jelasnya.
Dalam persidangan lanjut dia, saksi Ahmad Zulnaeni diketahui tidak sesuai dengan keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sehingga kata dia, diduga saksi kali ini memang berbohong. ”Hal itu berdasarkan fakta persidangan yang ada, diduga sakit hati maka dia berbohong dalam memberikan kesaksian dan tidak sesuai BAP,” tegasnya.
Sementara itu, Akademisi Ilmu Politik Fisip Unisma Bekasi Yayan Rudianto menegaskan, terkait sidang tersebut diketahui ada faksi-faksi kelompok yang berorentasi pada kepentingan kekuasan pengamanan jabatan dan itu terlihat hubungan antara atasan dan bawahan masih berupa legal formal. “Mengamankan posisi,” katanya.
Sehingga lanjut dia, kesetian tampak pada hubungan legal formal atasan bawahan ketika sudah pensiun hubungan itu hilang. Hal itu bisa terlihat dari pengakuan saksi Ahmad Zulnaeni di PN Tipikor Bandung.
“Ini mengindikasikan bahwa Ahmad Zulnaeni bukan berada dalam faksi M2. Hilangnya loyalitas itu terbukti dari rekaman persidangan yang diperdengarkan dimuka majelis, dan terbukti antara yang diucapkan sangat berbeda serta bertolak belakang,” jelasnya. (dul)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food