Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Tjandra Ungkap Keterlibatan Pepen

Ikut Memimpin Rapat Teknis dengan Kepala SKPD
BEKASI SELATAN- Sidang mendengarkan kesaksian beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait kasus dugaan gratifikasi Adipura dan fee 2 persen DPRD Kota Bekasi berlangsung cukup tegang. Apa yang ditakutkan terdakwa Mochtar Mohamad terhadap kesaksian anak buahnya yang akan memberatkan dirinya pun terjadi. Tujuh saksi dalam tiga kasus dugaan korupsi memberatkan Wali Kota Nonaktif ini.

Namun, yang menarik dalam persidangan yang sempat tertunda pada Kamis (26/5) lalu karena terdakwa sakit, fakta persidangan mengungkapkan dugaan keterlibatan Wakil Wali Kota Rahmat Effendi yang saat ini menjabat sebagai Plt Walkot.
Ketika Tim Pengacara terdakwa, Darius Doloksaribu meminta kesaksian Tjandra Utama (mantan Sekda) dalam kasus fee 2 persen dewan terhadap dugaan keterlibatan Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi, langsung dibenarkan Tjandra yang saat ini sedang menjalani tahanan kasus suap BPK selama 3 tahun penjara.
“Bahkan, Pak Wakil Wali Kota juga memimpin rapat koordinasi teknis pembahasan APBD 2010 juga ‘BLT’ (istilah dewan untuk pelicin pengesahan APBD 2010). Pak Wakil bersama Pak Dadang Hidayat saat itu memimpin rapat teknis,” ungkap Tjandra lantang.
Tjandra pun dihadapan Majelis Hakim secara tegas mengatakan bahwa dirinya memang diperintah wali kota untuk menyerahkan ‘BLT’ yang nilainya sekitar Rp4 miliar. Selain itu mengaku yakin diketahui Wawali Rahmat Effendi yang bahkan sempat memimpin rapat koordinasi bersama Dadang Hidayat (Sekarang Kepala BKD). Sebelumnya, pertanyaan Darius soal rapat teknis diinterupsi JPU yang meminta penjelasan kepada Majelis Hakim maksud rapat teknis itu. Namun, langsung dijawab Darius dengan menyebut bahwa rapat teknis adalah pembahasan RAPBD secara teknis bersama dinas teknis.
Disebut-sebut mengetahui persoalan adanya gratifikasi dalam pengesahan APBD 2010 dalam kesaksian mantan Sekda Tjandra Utama di sidang Tipikor Bandung Kepala BKD Dadang Hidayat enggan berkomentar banyak. Bahkan atas kasus yang kemudian menjerat Mochtar Mohamad sebagai atasannya itu pun, dengan singkat Dadang mengatakan kalau konspirasi gratifikasi yang heboh disebut fee 2 persen itu telah terungkap dalam rekonstruksi yang dilakukan KPK.
“Jadi tidak perlu lagi saya bicara, dalam rekonstruksi semua sudah terungkap,” ucapnya singkat saat dihubungi Radar Bekasi, kemarin.
Sementara itu, Plt Walkot Rahmat Effendi saat dihubungi semalam via telepon selularnya tidak diangkat meski aktif. Bahkan, saat di SMS pun hingga berita ini naik cetak tidak dibalas.
Menanggapi itu, Darius Doloksaribu membenarkan jika dalam kesaksian Tjandra Utama bahwa Rahmat Effendi sempat melakukan rapat koordinasi di ruang kerjanya di lantai atas Gedung Pemkot Bekasi, terkait fee 2 persen untuk dewan. Meski begitu, nama Rahmat Effendi dalam dakwaan JPU tidak disebut-sebut.
“Memang nama Rahmat Effendi tidak disebut dalam dakwaan JPU. Namun, jika dalam fakta persidangan itu disebutkan, maka itu harus menjadi pertimbangan Majelis Hakim untuk menghadirkan nama yang disebut-sebut tahu , apalagi sampai memimpin rapat teknis. Artinya, para SKPD pun bisa dimintai keterangan dan kesaksiannya soal pertanyaan saksi Tjandra yang membenarkan dugaan keterlibatan Wawali. Kita lihat saja di sidang berikutnya,” tegasnya.
Saat diminta pendapat terkait keterangan saksi Tjandra, terdakwa Mochtar pun membantahnya dan mengungkapkan bahwa sudah mendelegasikan kepada wakil wali kota yang sudah berkoordinasi dengan Tjandra Utama.
Namun, dalam persidangan keterangan tiga saksi (Tjandra Utama, Kadis P2B Rayendra Sukarmadji dan Kadis Bimarta Agus Sofyan) terkait fee 2 persen dewan, dua saksi (Rayendra dan Agus Sofyan) belum sempat bersaksi. Pasalnya, selama dua setengah jam hanya mendengarkan kesaksian Tjandra dan pendapat terdakwa. Sementara Rayendra dan Agus Sofyan akan dilanjutkan pada Senin (6/6) mendatang. (nic/rif)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food