Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Tidak Juga Kunjungi M2, Pepen Dinilai Belum Negarawan

KOTA BEKASI, Glest Radio – Sejak  kedatangan Wali Kota Bekasi Nonaktif Mochtar Mohamad ke rumah dinas wali kota yang berada di komplek Perkantoran Pemerintahan Kota Bekasi, Selasa (20/6) dini hari lalu dari Rutan Kebonwaru, Bandung, rumah dinasnya dipenuhi masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pegawai PNS di lingkungan Pemkot Bekasi.

Tetapi sejak 2 hari kedatangannya, sama sekali tidak terlihat Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyambangi rekan kerjanya Mochtar Mohamad. Padahal mereka merupakan sepasang pemimpin daerah (M2R) yang bertarung pada Pilkada 2007 lalu.
Kondisi seperti ini sangat disayangkan berbagai kalangan, baik masyarakat Kota Bekasi, anggota DPRD Kota Bekasi, maupun pengamat kebijakan publik. Pasalnya, dengan keadaan seperti ini semakin mempertunjukkan ketidakharmonisan dikeduanya, yang berimbas pada ketenangan bekerja PNS dan SKPD.
“Menurut saya, singkirkan rasa egoisme yang dimiliki keduanya, singkirkan kepentingan politik maupun pribadi. Saat ini yang terpenting bagaimana membawa Kota Bekasi lebih baik lagi dari sekarang ini,” ungkap anggota Komisi A DPRD Kota Bekasi Haeri Parani .
Selain itu kata Haeri, sebaiknya Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersikap negarawan dengan langsung mendatangi Mochtar Mohamad untuk berdiskusi dan membicarakan rencana pembangunan di Kota Bekasi kedepan nanti.
“Mereka kan rekan kerja, seharusnya ada rasa saling kangen karena sekitar enam bulan mereka berpisah. Saat ini menurut saya yang paling penting memikirkan nasib masyarakat Kota Bekasi,” tegasnya.
Sementara itu pengamat kebijakan publik Kota Bekasi Yayan Rudiyanto kepada Radar Bekasi menambahkan, hendaknya keduanya tetap menjaga silaturahmi dan komunikasi yang baik demi pembangunan Kota Bekasi.
Pasalnya, dengan seperti ini, kata Yayan, menunjukan etika yang kurang baik dalam lingkungan pemerintahan, yang menyebabkan rusaknya roda pemerintahan yang sebelumnya telah dibangun bersama-sama.
“Kalau keadaannya seperti ini akan melukai perasaan masyarakat Kota Bekasi, mereka dipilih oleh masyarakat Kota Bekasi loh. Kalau mereka sendiri tidak harmonis bagaimana akan membawa Kota Bekasi lebih baik lagi,” tadasnya.
Berbeda dengan H.Dedi, Ketua Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Bekasi yang menilai bahwa Plt Walkot Rahmat Effendi belum memiliki sikap negarawan dan pemimpin yang bijaksana.
“Kelihatan jika pemimpin yang negarawan yang diutamakan adalah kepentingan masyarakat banyak, dan menghargai satu sama lain. Jika, Plt Walkot adalah seorang pemimpin yang negarawan, maka etikanya beliau (Plt Walkot) mendatangi Walkot Nonaktif yang saat ini berada di rumdis. Kan, hanya jalan kaki dari kantornya. Apalagi mereka adalah sepasang (M2R). Kalau seorang negarawan yang bijak, harusnya Plt Walkot mengunjungi sejak Mochtar pertama datang ke Rumdis,” sindir H Dedi mengkritisi. (mif/nic)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food