Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Rekaman Diputar, Mochtar Ambruk

Glest Radio.com - BANDUNG–Wali Kota Bekasi nonaktif Mochtar Mohamad yang juga terdakwa kasus korupsi, kemarin ambruk di Pengadilan Tipikor, Bandung. Saat itu, sidang baru berjalan sekitar satu jam dengan keterangan saksi Ahmad Zulnaeni yang membeberkan adanya rekaman perintah mengumpulkan uang untuk mendapatkan Adipura.

Seketika, persidangan dihentikan majelis hakim. Tubuh ketua DPC PDIP Kota Bekasi itu pun langsung dibopong sepuluh orang dan langsung dilarikan ke RS Santo Borromeos, Jl Ir H. Juanda No 100 Kota Bandung.
Dokter ahli jantung, Gleen yang mendampingi terdakwa sejak berobat di RS MH Thamrin beberapa waktu lalu, mengatakan hasil medical check up kondisi M2 sangat lemah dan tensi darahnya menurun hingga 115/70. ”Kondisinya sangat lemah. Wajib dirawat penuh,” katanya.
Sebelum ambruk, terdakwa sempat menyanggah kesaksian Ahmad Zulnaeni dan menyatakan keterangan mantan kepala BPPT Kota Bekasi itu bohong. ’’Saya keberatan dengan saksi Ahmad Zul, semua itu tidak benar, dia berbohong,” jelasnya dengan nada lemah karena berpuasa sunnah.
Majelis hakim sempat memerintahkan terdakwa untuk membatalkan puasanya. Tapi, perintah hakim tidak digubris dengan alasan masih mampu mengikuti persidangan. Tidak berapa lama kemudian, terdakwa mendadak sesak nafas dan meminta bantuan oksigen melalui selang yang dimasukkan ke dalam mulutnya.
Sementara, dalam keterangannya, Ahmad Zulnaeni mengungkapkan beberapa fakta persidangan. Diantaranya adalah rekaman hasil pembicaraan pada saat rapat di ruang wali kota dengan pembahasan Adipura pada tanggal 1 Juni 2010. ’’Saya datang ke sana karena diundang rapat lewat SMS oleh staf setda,’’ jelas Zulnaeni.
Dalam rekaman durasi sepanjang 60 menit itu terungkap mantan sekda Tjandra Utama Effendi memerintahkan kepada beberapa orang agar mengumpulkan uang untuk mensukseskan program Adipura. Rekaman dengan dialog itu berlangsung sekitar 8 menit.
Rekaman itulah yang menjadi salah satu bahan KPK menindaklanjuti dugaan korupsi di Kota Bekasi, seperti Adipura dan rencana penyuapan terhadap auditor BPK untuk mendapatkan laporan wajar tanpa pengecualiaan (WTP). ”Kami sita dari saksi Ahmad Zulnaeni yang merekam lewat HP nokia yang dipindah melalui memory SD Card,” terang JPU Ketut Sumadena.
Kuasa Hukum M2, Sugeng Teguh Santoso justru menuding Ahmad Zulnaeni telah berbohong dalam memberikan kesaksiannya pada persidangan. Menurutnya, barang bukti rekaman milik Ahmad Zulnaeni melalui HP tentang rapat Adipura pada 1 Juni 2010 itu, ternyata faktanya sama sekali tidak terdengar suara terdakwa dalam rekaman itu. ‘’Sebaliknya yang terdengar hanya suara Tjandra Utama,’’ cetusnya.
Di ujung persidangan, hakim ketua Azharyadi mengatakan karena kondisi terdakwa yang tidak memungkinkan dan dirawat di RS secara intensif, maka sidang dilanjutkan Senin (20/6) mendatang. ’’Sidang ditunda seminggu,” tandasnya. (dul/Radar)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food