Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Pengaduan Plt Walikota Perburuk Citra Negatif

Glest Radio.com - , Bekasi - Pengaduan Plt Walikota Bekasi, Rahmat Effendi melalui pengacaranya kepada Dewan Pers, terkait pemberitaan sejumlah media. Sangat disayangkan oleh beberapa pihak, salah satunya wartawan senior dan budayawan Bekasi Ali Anwar. Meski ada nilai pembelajaran untuk semua elemen, namun dinilai kurang tepat.
"Seharusnya pengacara berhati-hati, karena bisa berdampak buruk terhadap kliennya. Selesaikan dengan bijaksana tanpa merusak suasana saling membutuhkan antara pers dan pejabat" papar Ali Anwar , Rabu (1/6).

Pers, kata Ali sebagai media ampuh mengabarkan segala sesuatu bagi masyarakat baik bentuk kritik maupun berita seremoni. Sehingga dengan upaya mengadukan ke Dewan Pers melalui pengacara bisa merugikan kedua belah pihak.
"Kalau sedikit-sedikit somasi, akan mencitrakan sang pejabat tidak kebal terhadap kritik. Berdampak pada citra negatif bagi pejabat" ujar Ali.
Sementara kuasa hukum Resti Widharti bersikukuh dan menyatakan tetap mengadukan ke Dewan Pers. Karena berdasarkan rekaman wawancara yang dimiliki, kliennya merasa dirugikan, dan didiskreditkan media.
"Bapak Rahmat Effendi selaku klien saya melaporkan beberapa media masa lebih dikarenakan adanya penulisan yang tidak sesuai serta tidak berimbang. Karena itu pihaknya ingin bahwa ke depan rekan pers bisa lebih mengedepankan etika penulisan," ujar Resti.
Resti juga membenarkan somasi kedua kalinya untuk harian Radar Bekasi melalui kuasa hukumnya, meski sebelumnya Pepen melalui Bagian Humas Pemkot telah melayangkan somasi.
"Langkah pertama dengan melayangkan hak jawab melalui Humas Pemkot sudah betul. Sementara yang kedua yakni melalui saya, lebih kepada ingin meluruskan persoalan pemberitaan," ujar Resti.
Menurut Ali Anwar, inilah yang perlu dicermati. Jika sudah dilakukan melalui somasi dan hak jawab, seharusnya cukup. Kalaupun diteruskan ke Dewan Pers, kata Ali yang juga wartawan Tempo ini, hanya memberikan pelajaran gentlemen, jujur dalam bersikap dan berbuat, baik bagi pejabat maupun wartawan.
"Kalau sudah telanjur ke dewan pers, biarkan saja.... toh dewan pers pula yang akan memutuskan hasilnya. Kalau bang Pepen salah, kan bisa buat pembelajaran buat beliau, sekaligus taruhan reputasinya...kalau bang Pepen bener, ya bisa buat pembelajaran buat pers..." komentar Ali Anwar dalam facebook klim.net.(van/klik m)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food