Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Para Guru Mengajak Lawan Pemimpin Zolim

GlestRadio.com - KOTA BEKASI  – Ratusan guru honorer dari dan staf Tata Usaha (TU) yang tergabung dalam  Komunitas Guru Bekasi (KGB), kemarin melakukan unjuk rasa di depan Kantor Pemkot Bekasi. Mereka menuntut Pemkot Bekasi tidak berlaku diskriminatif terhadap guru honorer.
Pasalnya menurut mereka, selama ini Pemkot Bekasi telah berlaku diskriminatif terhadap ribuan guru honorer yang sudah mengajar di bawah tahun 2005. Mereka juga meminta persamaan hak data CPNS kategori 1 khusus guru dan TU sama dengan data 139 yang lolos atau memenuhi kriteria CPNS kategori 1.

Dalam aksi yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB, seluruh pendemo membawa sepanduk yang bertuliskan kecaman terhadap Pemkot Bekasi, seperti Harga mati katagori satu, Lawan Pemimpin Dzolim, segera cabut pernyataan kepsek mengenai guru honorer tidak dibiayai APBD  yang sudah ada di BKN.
Koordinator aksi Muklis Setiabudi  mengatakan,aksi yang dilakukan KGB ini karena kecewa dengan pihak Pemkot Bekasi yang sering mempermainkan data dan menjual kursi PNS yang dilakukan oleh oknum pejabat. Bahkan, mereka kesal, karena Pemkot tidak pernah peduli terhadap pengabdian guru dan TU yang telah bekerja puluhan tahun.
Dikatakan Mukhlis, Pemkot Bekasi melalui BKD mengirimkan data yang masuk dalam kategori satu sebanyak 2166, tetapi menurut BKD yang masuk dalam kriteria hanya 193, padahal didalamnya ada 1945 guru honorer dan staf TU yang telah mengabdi puluhan tahun.
“Para PNS yang diangkat oleh BKD itu masih baru semua, bahkan banyak di antara mereka itu bekas murid kami. Ini jelas ada permaian KKN dalam pengangkatan status PNS di sini,”terangnya sembari mengatakan bahwa pihaknya juga telah rapat dengan BKN, BKD dan KGB di Gedung BKN, tetapi hasilnya deadlock. BKD tidak bisa memperjuangkan kategori 1.
Mukhlis pun meminta pertanggungjawaban BKD dan Plt Walkot Bekasi Rahmat Effendi terkait hal ini. Menurut Mukhlis Pemkot Bekasi tidak memiliki itikad baik terhadap nasib TKK dan guru-guru yang telah mengabdi puluhan tahun.
“Kita sudah membuat laporan ke Presiden RI. Jika sampai tidak diperjuangkan maka kami akan menginap di Pemkot Bekasi sampai tuntutan kami dipenuhi. Karena ini sudah jelas-jelas menyalahi aturan yang ada. BKD telah membohongi kami, karena waktu ada pertemuan ke 1945 guru dan TU sudah disahkan, tetapi kenapa cuma 193 yang lulus,” kecamnya.
Dalam aksi yang berlangsung di siang hari itu, sempat terjadi dorong-dorongan antara pendemo dengan petugas Satpol PP saat para pendemo meminta Satpol PP untuk menghadirkan Plt Walkot Rahmat Effenti. namun sayangnya tidak ada satupun pejabat Pemkot Bekasi yang menemuinya. Hingga malam kemarin, para pendemo masih bertahan di Pemkot Bekasi. (mif/Radar)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food