Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Orang-orang Dekat Pepen 99% Naik Jabatan


Glest RAdio .com - KOTA BEKASI – Selain diprotes beberapa pejabat yang mengaku dilakukan tanpa melihat kompetensi, mutasi 168 pejabat di lingkungan Pemerintahan Kota Bekasi juga disinyalir bermuatan unsur kedekatan hubungan dengan Plt Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.
Sejumlah orang dekat Pepen, sapaan lain Rahmat Effendi menduduki posisi strategis di lingkungan Pemkot Bekasi, sementara sejumlah pejabat lama yang dinilai tidak mempunyai kedekatan dengan Plt Walkot, dan lebih cenderung dengan Walkot Nonaktif Mochtar Mohamad seolah di ‘buang’.

Pantauan Radar Bekasi, beberapa pejabat yang ‘dibuang’ Pepen antara lain, Agus Sofyan (Kadisbimarta) menjadi Staf Ahli Walkot, dr Iman (Kepala RSUD) masuk kotak menjadi Staf Ahli Bidang Bidang Ekonomi dan Keuangan, yang jauh berbeda dengan kompetensinya sebagai dokter. Dan, beberapa pejabat eselon III.
Sedangkan orang yang diindikasi memiliki kedekatan dengan Rahmat Effendi ditempatkan pada posisi strategis dan mendapatkan promosi. Antara lain, Reny Hendrawati dari Kesbangpol menjadi Kepala BPPT, Momon Sulaiman dari Asda I menjabat Kadisbinmarta, Supandi Budiman dari kepala Harian BNK Kota Bekasi menjadi Kadishub Kota Bekasi, Hasbullah dari Sekretaris Dinas P2B promosi sebagai Kadis Perindagkop, Kamaludin Djaini menggantikan Dadang Hidayat sebagai Kepala BKD.
Sementara Cucu Much Syamsudin dari Sekwan menjadi Kepala Inspektorat, Encu Hermana dari Staf Ahli dipromosikan menjadi Kadisdik, Koswara dari eselon III mendapat promosi sebagai Kepala Dinas Tata Kota, Makbullah tetap dipertahankan sebagai Kadis DPPPJU, Suwarli dipromosi menjadi Kadis Pendapatan Daerah, Aceng Solahudin juga mendapat promosi dari eselon III menjadi eselon II (Kepala BNK)
Adanya rotasi mutasi yang hanya dilakukan atas kedekatan ini mendapat keluhan dari beberapa pejabat. Pasalnya, mereka akan memimpin dinas yang bukan keahliannya atau tidak sesuai dengan kompetensinya, sehingga dikhawatirkan SKPD yang dipimpinnya tidak berjalan maksimal.
“Masa saya dipindah ke jabatan yang bukan keahlian saya. Terus gimana saya bisa kerja,” ungkap salah seorang Kepala Bidang yang tidak mau disebutkan namanya.
Tidak hanya itu saja, banyak pejabat mempertanyakan mutasi yang dilakukan atas dasar like and dislike, sehingga mereka menyesal atas keputusan yang diambil pimpinan sementara Kota Bekasi ini.
“Wah kalau begini ceritanya tidak adil dong. Masak orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Plt tiba-tiba mengsisi jabatan stategis. Sedangkan yang tidak dekat langsung dibuang dan ditempatkan pada posisi yang tidak strategis, ini sangat terlihat sekali,” ujar salah seorang Kepala Dinas yang juga tidak mau disebutkan namanya. Bahkan, kata dia, seorang dokter ditugaskan mengawasi bidang ekonomi dan keuangan, serta sarjana agama menjadi kepala dinas yang memimpin dinas teknis.
Sementara itu, Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi membantah bila dikatakan dalam mutasi ini mengandung unsur kedekatan. Menurutnya, ini dilakukan atas kebutuhan organisasi dalam Pemerintahan Kota Bekasi.
“Siapa yang bilang ini unsur kedekatan. Anda lihat sendiri kondisi Pemerintahan Kota Bekasi saat ini. Banyak jabatan yang kosong dan harus segera diisi agar roda pemerintahan dan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik. Sekali lagi saya katakan, tidak ada unsur kedekatan, dan ini sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kelitnya. (mif

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food