Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Kesaksian Zulnaini Pada Sidang M2 Diragukan

Glest RAdio.com - Bandung - Sidang kedelapan, Walikota non aktif Mochtar Mohamad, mulai terungkap bahwa banyak kejanggalan dalam proses hukum dan adanya orang Pemkot yang sengaja menjerumuskan M2, sapaan akrab Walikota Bekasi ini, ke dalam kubangan masalah. Menurut pengacara M2, Ahmad Zulnaini telah berbohong dan tidak dapat membuktikan hasil pemeriksaan di BAP.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, menghadirkan delapan saksi dari lingkungan pemkot Bekasi dengan kasus fee 2 persen APBD 2009. Di Ahmad Zulnani, Dadang Hidayat, Naziri, Ratna Trisnawati, melda Magdalena, Edi Rosadi, Mad Kosim dan Trisnowati.
Sidang yang dimulai sekitar pukul 13.30 Wib ini, saksi Ahmad Zulnani pensiunan Kepala BPPT pemkot Bekasi banyak melakukan kejanggalan. Sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan dari tim pengacara Mochtar Mohamad.
Menurut Sugeng, salah seorang pengacara M2, bahwa ada tiga hal yang menciderai hukum dilakukan oleh Ahmad Zulnaini. Pertama, bahwa dalam Berita Acara Perkara (BAP) dan surat Dakwaan No: DAK - 12 / 24 / IV / 2011, Zulnaini mengaku mendengar Walikota memerintahkan konstribusi tetapi setelah diperdengarkan rekamannya yang terdengar adalah suara mantan Sekda Tjandra utama.
"Zulnani berbohong dan tidak bisa membuktikan kesaksian dalam BAP. Karena dalam rekaman, jelas suara Tjandra bukan suara klien saya Mochtar Mohamad" tegas Sugeng.
Kedua, kata Sugeng, kejanggalan yang terjadi adalah pernyataan Zulnaini yang menyatakan bahwa dirinya mendengar Mochtar Mohamad menyuruh Gunandar untuk meminjam dana dari bagian umum seperti tertera dalam BAP.
"Sekalilagi kenyataannya bahwa Ahmad Zulnaini saat dikonfrontir tidak bisa menjawab, terkesan plin plan" ungkap Sugeng.
Akhirnya Sugeng pun menyatakan dan menyimpulkan bahwa Ahmad Zulnaini adalah Kepala Dinas yang diperintah penyidik KPK untuk merekam peristiwa dan kejadian dalam rapat.
"Ahmad Zulnaini telah dengan sengaja merekam rapat pada tanggal 1 Juni 2010, atas permintaan penyidik KPK" papar Sugeng.
Sidang, pun diskor pada pukul 15.30 Wib, untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan Walikota non aktif Mochtar Mohamad. Dan akan dilanjutkan pada pukul 18.00 Wib.(elfath/geng)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food