Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Guru Demo Kota Bekasi yang Menginap Akhirnya Membubarkan Diri

Glest Radio.com - BEKASI, - Puluhan guru dan tenaga tata usaha honorer yang menginap di plaza Kantor Pemerintah Kota Bekasi sejak Senin (13/6), akhirnya membubarkan diri pada Selasa (14/6). Kesediaan Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk beraudiensi dalam waktu dekat membuat para tenaga honorer yang tergabung dalam Komite Guru Bekasi (KGB) membatalkan rencananya menginap hingga Rabu (15/6).
"Memang belum ada jaminan atas tuntutan kami, tapi janji pelaksana tugas wali kota untuk menemui kami pun sudah cukup. Walaupun waktunya masih belum pasti, tapi akan kami tunggu," kata Ketua KGB Mukhlis Setiabudi, Selasa (14/6).

Sebelumnya Rahmat Effendi mengungkapkan bahwa dirinya telah membentuk tim khusus beranggotakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan. Tim ini bertugas untuk mencari solusi atas permasalahan menyangkut tenaga honorer yang sudah berlarut. "Biarkan tim itu dulu yang bekerja. Saya sendiri harus mempelajari tuntutannya. Kalau sudah paham, baru bisa beraudiensi dengan mereka," katanya.
Ada pun yang menjadi tuntutan utama KGB ialah permintaan agar Pemerintah Kota Bekasi segera mencabut surat pernyataan yang menyatakan mereka tidak dibiayai APBN dan APBD. Keberadaan surat pernyataan yang ditandatangani kepala sekolah di tempat mereka masing-masing mengabdi itu yang membuat tenaga honorer terganjal pengangkatannya sebagai pegawai negeri sipil.
"Oleh Badan Kepegawaian Nasional, kami sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Tapi saat diperiksa kelengkapan seputar pembiayaan, terganjal adanya surat pernyataan itu. Tanpa surat itu, kami bisa masuk kategori I yang dapat diangkat otomatis menjadi PNS prasyarat tambahan lainnya," kata Mukhlis lagi.
Menyoal akan dimasukkannya para tenaga honorer ke dalam kategori II yang pengangkatannya harus melalui tes, Mukhlis menolaknya. Selain karena alasan harus menjalani tes, ia khawatir kuota yang tersedia tidak sanggup menampung total 1.945 tenaga honorer yang hingga kini masih terkatung-katung nasibnya.
Sambil menunggu kepastian waktu audiensi dengan Rahmat Effendi, KGB pun akan menjalin koordinasi eksternal ke pemerintah pusat melalui BKN. Melalui BKN pula, surat tuntutan yang sama akan disampaikan kepada lembaga tinggi negara lainnya, mulai dari DPR, MPR, MK, Komnas HAM, dan juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.(PR)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food