Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Gugatan Plt Walkot Bekasi Dikabulkan Dewan Pers

Glest Radio.com -  KOTA BEKASI - Gugatan Plt Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, ke tiga media cetak terkait pencemaran nama baik, dikabulkan Dewan Pers.

"Dewan Pers sudah memenangkan gugatan saya. Suratnya baru tadi pagi saya terima di ruangan saya," kata Rahmat, usai memimpin rapat di Balai Patriot, Pemkot Bekasi, Selasa (14/6).

Rahmat Effendi mengadukan harian Radar BekasiKoran Tempo, dan harian Non Stop ke Dewan Pers. Ketiga media tersebut dinilai memutarbalikkan fakta sehingga merugikan dirinya.

"Pengaduan yang dimenangkan ini baru dua media saja, yakni Nonstop dan Radar Bekasi. Sedangkan Koran Tempo masih terus berjalan," katanya.

Dikatakan Rahmat, pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan pihak tergugat masing-masing Nicodemus Godjang selaku Redaktur Radar Bekasi dan Indra Budiman selaku General ManagerNon Stop untuk berdamai dan tidak melanjutkan masalah itu ke jalur hukum.

"Pesan dari Dewan Pers, masing-masing wartawan media tersebut harus dikursuskan lagi," ujarnya.

Rahmat menambahkan, pihaknya masih mempertimbangkan untuk memberikan hak jawab pada media masing-masing sebagai hasil dari dimenangkannya gugatan itu.

"Saya masih pikir-pikir memberikan hak jawab, apakah itu penting atau tidak," ujarnya.

Rahmat menepis bahwa gugatan tersebut sebagai terapi kejut bagi kalangan media. Menurut dia, pelaporan terhadap Dewan Pers guna meluruskan persepsi masyarakat terkait kesalahan pemberitaan tersebut.

"Kita sama-sama punya etika. Saya hanya ingin meluruskan saja pemberitaan tersebut melalui kaca mata dewan pers," katanya.

Secara terpisah, Wartawan Non Stop, Yudhi Arie W, mengatakan tulisannya pada edisi 4 Mei 2011 bertajuk "Wakil Wali Kota Bekasi Dianggap Tidak Beretika" wajar dipublikasikan.

"Yang namanya pejabat publik wajar dan sah-sah saja untuk dikritik karena dia digaji rakyat. Tapi Kalau pejabat swasta itu tidak wajar," katanya.

Sementara itu, berita Radar Bekasi yang diadukan muncul pada tiga edisi yaitu 4, 5, dan 6 Mei 2011. Salah satunya berjudul "Terima SK, Pepen Minta Fasilitas Walkot Ditarik".

Sementara, berita Koran Tempo yang diadukan berjudul "Fasilitas Bekas Wali Kota Bekasi Ditarik" pada edisi 4 Mei 2011.

Berita-berita itu menyebut Rahmat Effendi akan menarik fasilitas Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad yang sedang tersangkut kasus korupsi. Padahal, sesuai transkrip wawancara, pernyataan itu tidak pernah disampaikan Rahmat. [TMA, Ant] 

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food