Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Disdik Kota Bekasi Pertahankan Program Bina Lingkungan

Glest Radio.com - KOTA BEKASI, .-Dinas Pendidikan Kota Bekasi mempertahankan mekanisme penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMPN, SMAN, dan SMKN untuk tahun ajaran 2011/2012 melalui jalur bina lingkungan. Namun proporsinya masih diperhitungkan karena harus proporsional dengan penerimaan dari jalur prestasi dan PPDB online.
Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Agus Enap mengungkapkan, jalur ini dipertahankan karena kesempatan untuk peserta didik yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah harus tetap ada. Pasalnya di Kota Bekasi, sekolah-sekolah berdiri di kompleks perumahan warga sebagai fasilitas sosial (fasos) atau fasilitas umum (fasum).

"Masa iya Dinas Pendidikan meminta penggunaan fasos fasum sebagai gedung sekolah, tapi warganya tidak mendapat kesempatan bersekolah di sana," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/6).
Tahun ajaran 2011/2012 kali ini merupakan tahun kedua impelementasi program bina lingkungan di Kota Bekasi. Pelaksanaan tahun lalu sempat memunculkan masalah karena program ini membuka peluang adanya praktik percaloan.
"Tidak bisa dipungkiri kalau jadinya banyak murid titipan yang direkomendasikan tokoh-tokoh masyarakat. Supaya tak berulang, saya rasa lebih baik jika tahun ini penerimaannya seratus persen dari jalur online. Dengan demikian akan memunculkan pula kompetisi yang sehat berdasarkan prestasi akademik," kata Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Sutriyono menyikapi hal ini.
Sementara dalam kesempatan berbeda, Pelaksana Tugas Wali Kota Rahmat Effendi berpesan agar PPDB dilakukan serentak tanpa ada penerimaan susulan. "Supaya tidak muncul oknum nakal yang bermain memanfaatkan peluang ini," katanya.
Dinas Pendidikan pun paham akan potensi kecurangan ini. Maka dari itu pembobotan poin-poin penilaian, mulai dari hasil Ujian Nasional, jarak antara rumah dan sekolah, hingga keterangan tidak mampu akan dilaksanakan lebih transparan. "Kalau bisa, dilakukan pula kunjungan ke rumah calon anak didik supaya pemberian kesempatan tidak salah sasaran dan pembobotan tidak merugikan yang lain," kata Agus lagi.
Lebih lanjut dikatakan Agus, petunjuk teknis mengenai pelaksanaan PPDB ini belum rampung disusun. Selain proporsi kuota sejumlah jalur rekrutmen, kemungkinan hanya memperbolehkan peserta didik memilih satu sekolah negeri, turut dikaji.
"Baiknya, bisa meminimalisasi jumlah bangku kosong sekolah yang dijadikan pilihan kedua seperti yang terjadi pada SMAN 15 tahun ini. Namun buruknya opsi ini ialah kemungkinan cukup banyaknya peserta didik pintar tidak terserap di sekolah negeri karena ditolak pilihan pertamanya," tuturnya.
Semua itu terus dipertimbangkan Dinas Pendidikan sebelum menerbitkan petunjuk teknis yang rencananya rampung pekan depan. (A-184/kur)***

1 komentar:

fani mengatakan...

baiknya dinas pendidikan harus lebih fair, jika memang bina lingkungan di tiadakan, oknum titip2 jg diberantas, krn saya mengalami sendiri ada yg menawarkan utk masuk SMPN di bekasi bisa masuk walaupun nem rendah dan disuruh bayar 3 s/d 4 jt, mau jadi apa anak2 didik kita jika di awal saja orangtua sdh main sogok2an, alhamdulilah sy tidak tergiur utk memasukkan anak sy SMPN dgn cara seperti itu, msh banyak sekolah swasta yg mutunya lbh baik kok...

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food