Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Dedi Mengamuk di Ruangan Sekretaris Baperjakat


BEKASI SELATAN-  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bekasi Dedi Djuanda mengancam akan memperkarakan Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Pasalnya, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait statusnya secara legalitas di Pemkot Bekasi.

Hal ini disampaikan langsung Dedi Djuanda di ruang kerjanya, kemarin. Menurut Dedi, hingga saat ini permintaan legalitas haknya belum dipenuhi Pemkot Bekasi. Untuk itu bila sampai hari Kamis (16/6) belum ada kejelasan, dirinya tidak segan-segan akan memperkarakan Pemkot Bekasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). ”Insya Allah, kalau sampai hari Kamis atau Jumat belum ada kejelasan, saya akan perkarakan masalah ini,” tegasnya.
Diungkapkan pria berambut putih ini, sebelumnya pada hari Kamis lalu (9/6) setelah pelantikan, sekaligus mutasi, dirinya meminta ke Pemkot Bekasi dalam hal ini Baperjakat surat legalitas atas setatus dirinya saat ini, dan Pemkot sendiri melalui Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyetujuinya.
Namun ternyata surat yang dibuat hanya sebuah surat edaran dengan Nomor:800/1342-BKD.1/VI/2011 tentang serah terima jabatan struktural di lingkungan Pemkot Bekasi, yang menjelaskan bahwa serah terima jabatan bagi yang dimutasi agar dilaksanakan selambat-lambatnya tanggal 20 Juni.
Sedangkan khusus untuk serah terima jabatan Eslon II B yang pejabat lamanya akan memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) dalam bulan Juni 2011 ini, maka serah terima jabatan tersebut dilaksanakan tanggal 1 Juli 2011.
“Kalau ini sih cuma surat pengumuman, bukan surat legalitas atas status saya yang saya minta. Apa sih susahnya membuat surat legalitas itu, kalau seperti ini sama saja dengan meremehkan saya,” ketusnya.
Menurut Dedi, pelantikan sekaligus rotasi dan mutasi di lingkungan Pemkot Bekasi telah menyalahi peraturan yang ada. ”Yah semuanya tidak benar, kita lihat saja nanti sampai hari Kamis,” ancamnya.
Sementara itu Asda I Kota Bekasi Gunung Hilman yang juga mengalami nasib yang sama seperti Dedi Djuanda tidak mau berkomentar banyak dalam hal ini. ”Udahlah biarin saja, saya masih ada jabatan kok sekarang ini sampai tanggal 1 Juli,” ungkapnya .
Terpisah, Ketua Baperjakat Kota Bekasi Momon Sulaiman mengaku, pihaknya saat ini sedang membuat surat legalitas atas status Dedi Djuanda. ”Pak Dedi masih tetap menjadi Kasatpol PP Kota Bekasi hingga 1 juli. Dan suratnya saat ini sedang dibuat oleh Pak Imanudin (sekretaris Baperjakat),” tandasnya.
Sebelumnya, dikabarkan Dedi Djuanda usai apel pagi, kemarin mendatangi ruangan Sekretaris Baperjakat Imanudin. Bahkan, Dedi yang didampingi Gunung Hilman sempat mengamuk dengan Imanudin. “Ya, memang benar saya datang ke ruangan BKD dan saya marah serta banting pintu,” ucap Dedi Djuanda kesal.
Tidak itu saja, sebelumnya dalam apel pagi, Sukri, Kasubag Kesos yang memimpin doa dalam apel rutin membaca doa yang membuat beberapa PNS terperangah hingga tersenyum karena doa yang dibawakan tidak seperti biasanya. Dalam doa itu, Sukri sempat mengucapkan kata lindungi kami dari pemimpin yang zolim dan meminta para PNS bersabar. Usai itu, Sukri langsung dipanggil Rayendra Sukarmadji. ”Iya tadi langsung saya tegur, karena menurut saya itu terlalu janggal,” ungkap pria yang dimutasi menjadi Asda I Koat Bekasi.  (mif/Radar)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food