Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

PKS-Demokrat Nilai LKPJ 2010 Disclaimer

RISKY/RADAR BEKASI TAK GUBRIS: Beberapa pejabat saat sidang paripurna LKPJ 2010, kemarin tertangkap kamera sedang tidur pulas
GlestRadio.com - BEKASI SELATAN-Setelah sebelumnya sempat dikabarkan peniadaan pandangan fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertangungjwaban (LKPJ) 2010, akhirnya paripurna LKPJ 2010 mempersilahkan kepada fraksi untuk menyampaikan pandangan kepada setiap fraksi, kemarin.
Bahkan, dalam pandangan fraksi itu beberapa fraksi besar menganggap LKPJ 2010 tidak serius dan divonis disclaimer. Hanya fraksi Golkar saja yang tidak menyampaikan pandangan fraksi secara mendalam dengan alasan sudah masuk dalam penyampaian Pansus 9.

“Penyampaian fraksi Golkar sudah masuk dalam pandangan Pansus 9, pada poin 21 sampai 29 hingga kami tidak perlu sampaikan lagi pandangan fraksi kami,” ucap Ketua Fraksi Golkar M Yakum dalam sidang paripurna, sambil memberikan pandangan LKPJ hanya sebagai bahan untuk mengevaluasi jalannya pemerintahan.
“LKPJ adalah bahan untuk mengevaluasi kerja pemerintahan agar ke depan untuk lebih baik. Dan kami mengapresiasi atas itu,” tutur Yakum.
Sementara itu fraksi Demokrat melalui juru bicaranya, Dadang Asgar menilai bahwa LKPJ Kota Bekasi tidak disusun secara serius serta tidak menggambarkan persoalan di Kota Bekasi. “LKPJ tidak menggambarkan kondisi real Kota Bekasi, sehingga sulit bagi kami untuk memberikan masukan terhadap kepala daerah ke depan,” ujar Dadang Asgar.
Partai berlambang mercy yang menjadi mayoritas di DPRD Kota Bekasi ini juga mengkritisi beberapa program Pemerintah Kota Bekasi yang dinilai terlalu pragmatis. Dan menganggap bahwa pemerintah tidak becus dalam pengelolaan keuangan daerah. Karena banyaknya anggaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Misalnya anggaran untuk Dinas Kebersihan yang hanya dianggarkan selama 9 bulan saja, ini jelas tidak betul. Pemkot juga lambat dalam mengatasi defisit anggaran,” tutur Dadang Asgar.
Tak kalah sengitnya dengan Demokrat, Fraksi PKS dalam pandangan fraksinya lebih berani lagi dalam memberikan penilaian terhadap LKPJ 2010 M2R dengan penilaian disclaimer. “”Susah bagi Fraksi PKS untuk memberikan penilaian, tidak ada informasi utuh dalam LKPJ. Tidak pula menyebutkan laporan sebenarnya. Makanya kami anggap laporan ini disclaimer,” tutur Rinto Andrianto sebagai juru bicara fraksi PKS.
Selain itu lanjut Rinto, banyak alasan kenapa akhirnya LKPJ 2010 dianggap disclaimer. Selain sudah dimengerti, LKPJ 2010 lebih bersifat himpunan laporan per SKPD yang menyerupai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
Sedangkan yang harus disampaikan adalah laporan hasil kerja kepala daerah yang seharusnya menyampaikan target sesuai dengan rancangan pembangunan jangka menengah daerah RPJMD dan rencana kerja program daerah (RKPD). “LKPJ hanya sekedar klipingan saja dan tidak dibahas sesuai dengan aturan yang ada,” sindir Rinto.
Sementara itu, merasa bagian dari kekuasaan, FPDIP hanya memberikan penilaian normatif terhadap LKPJ. FPDIP hanya mengkritisi beberapa persoalan secara dangkal dan kurang greget seperti persoalan SKPD.
“Masih ada beberapa SKPD yang kami nyatakan gagal dalam menjalankan tugas, terutama dalam capaian target PAD. Misalnya Dinas P2B, Disbimarta, Dishub, BPLH, RSUD, Dispera dan beberpa dinas lain,” ujar Enie Widhiatuti dari Fraksi PDIP. (rif)

Sumber : Radar

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food