Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Pepen Dituding Memecah Belah Birokrasi

Desak 6 Bulan Gaji Guru Honorer Dibayar
BEKASI SELATAN – Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dinilai gagal dalam memimpin Kota Bekasi. Pasalnya, semenjak pria yang akrab disapa Pepen ini memimpin Kota Bekasi beberapa bulan terakhir tidak ada perubahan sama sekali, bahkan semakin menurun, kata para demonstran yang tergabung dalam Komite Guru Bekasi (KGB) dalam aksinya, kemarin siang.

Ini dibuktikan dengan belum digajinya para guru honorer dan staf  tata usaha (TU) yang statusnya masih tenaga kerja kontrak (TKK) di berbagai sekolah di Kota Bekasi selama 6 bulan terakhir.
Para guru honorer ini menilai, jabatan yang dipegang Rahmat Effendi saat ini dijadikan kekuasaan untuk melakukan apa yang dikehendakinya. Menurut para guru, semestinya kekuasaan yang dipegang untuk mengayomi dan melindungi, bukan malah memecah belah dan menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk membalas dendam.
“Jadilah pemimpin bukannya penguasa. Kalau pemimpin pasti akan mengayomi, mengharmonisasi dan mencari solusi setiap ada masalah. Tetapi kenyataannya saat ini hanya mengedepankan rasa puas dan tidak puas,” terang koordinatoraksi Mukhlis Setiabudi.
Kebijakan yang sangat mencolok kata Mukhlis, yakni adanya rotasi dan mutasi yang dilakukan terhadap para staf di beberapa SKPD yang ada di Kota Bekasi baru-baru ini. Selain itu juga belum digajinya para guru honorer sebesar Rp300 ribu setiap bulannya, selama 6 bulan terakhir ini juga sebagai bukti bila Pemerintahan Kota Bekasi tidak memperhatikan nasib para pendidik.
Pendemo dan pegawai TU ini juga mendesak agar Rahmat Effendi selaku Plt Wali Kota untuk bertanggungjawab atas nasib mereka. Para guru juga menyatakan bahwa pejabat di lingkaran Pemkot Bekasi selama ini tutup mata atas nasib pendidikan.
“Kami minta Rahmat Effendi untuk segara merespon tuntutan kami, Plt Walikota harus tanggungjawab. Kami sudah enam bulan lamanya tidak digaji. Padahal sehari-harinya kita harus tetap mengajar. Ini tidak adil,” ujar Muchlis dalam orasinya.
Selain meminta gaji guru dibayarkan mereka juga meminta agar pernyataan kepala sekolah di Kota Bekasi yang menyatakan bahwa guru honorer tidak digaji APBD Kota Bekasi, sebagai penyebab sulitnya naik status menjadi PNS.
“Di APBD ada anggarannya untuk kami dan kami digaji dari situ. Tapi mengapa mereka (Kepala Sekolah) buat pernyataan bahwa kami tidak digaji lewat APBD. Hal ini yang akhirnya mengganjal kami untuk jadi PNS,” tutur Muchlis.
Para guru honorer yang masa kerjanya antara 4 hingga 18 tahun ini mengancam, bila tuntutan mereka tidak dipenuhi, maka mereka akan menduduki Pemkot Bekasi hingga hari Jumat depan.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Kota Bekasi Dadang Hidayat yang menemui pengunjuk rasa mengatakan, paling lambat hari Senin depan (6/6) gaji honorer akan turun, saat ini sedang menunggu tandatangan Plt Walikota. (mif/Radar)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food