Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Mochtar Mohamad Merasa Saksi Ingin Menjatuhkannya

GlestRAdio.comBekasi - Wali Kota Bekasi non-aktif yang menjadi terdakwa perkara korupsi, Mochtar Mohamad, mengatakan 130 saksi memberatkan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) hendak menjatuhkan dirinya.
Pernyataan itu disampaikan Mochtar lewat kuasa hukumnya Darius Doloksaribu. "Semua keterangan saksi di dalam berita acara perkara memojokkan Mochtar," kata Darius , Jumat, 27 Mei 2011. Menurut dia, pernyataan Mochtar itu disampaikan pascasidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jawa Barat, Kamis, 26 Mei 2011. 

Mochtar seharusnya hadir di Pengadilan Tipikor Bandung, tetapi batal datang karena alasan sakit. Sidang tetap digelar. Namun, majelis hakim yang dipimpin R. Azharyadi Priakusumah hanya meminta keterangan dokter Rumah Sakit M. Husni Thamrin, Jakarta, untuk menyampaikan perihal penyakit terdakwa. Setelah dokter memberi penjelasan, sidang ditunda hingga Selasa pekan depan.

Menurut Darius, Mochtar sudah kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Kebonwaru, Bandung, setelah sempat dirawat dua hari di Rumah Sakit M. Husni Thamrin dan Abdi Waluyo, Jakarta, karena sakit jantung koroner.

Jaksa penuntut umum dan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi Mochtar di Kebonwaru, tetapi politikus PDI Perjuangan itu tidak bisa hadir di pengadilan karena mengeluh sesak napas.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kata Darius, seluruh saksi memberatkan ingin menjatuhkan Mochtar dari jabatan wali kota. Seperti dalam perkara suap Adipura 2010, kata dia, seluruh saksi memberi keterangan bahwa pengumpulan uang untuk menyuap tim penilai Adipura atas instruksi Mochtar. Kesaksian Kepala Dinas Pengawasan dan Penataan Bangunan (P2B) Rayendra Sukarmaji, misalnya, menyebut Mochtar yang memerintahkan untuk mengumpulkan uang.

Padahal, kata Darius, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menjadi saksi memberatkan salah tafsir terhadap instruksi Mochtar. Ketika itu, kata Darius, Mochtar menyampaikan bahwa Kota Bekasi harus meraih Adiputa, "Tetapi itu tidak gratis," kata Darius menirukan ucapan Mochtar.

Maksud Mochtar tidak gratis adalah untuk penghijauan butuh uang membeli pohon, butuh uang membeli pot bunga, dan uang operasional untuk membersihkan selokan atau drainase. "Justru para kepala dinas bertindak sendiri mengumpulkan uang untuk suap," kata dia.

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food