Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Kejari Bekasi tak akan Tanggapi Surat Terbuka Kuasa Hukum Kadis Bimarta

GlestRadio.com - Kota Bekasi - Kejaksaan Negeri Bekasi tidak akan mengambil langkah apapun, terkait surat terbuka yang dilayangkan Refer Harianja kepada Kejaksaan Agung. Kejari Bekasi tetap meyakini prosedur penahanan yang dilakukan terhadap Kepala Dinas Bina Marga Kota Bekasi, AS, tersangka dugaan penerima gratifikasi sebesar Rp 150 juta sudah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana.

"Meskipun Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung memenangkan gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum tersangka AS, bukan berarti tim penyidik salah. Semua prosedur sudah ditaati sesuai aturan yang berlaku. Jadi terhadap surat terbuka tersebut kami tak perlu banyak memberikan tanggapan. Itu hak kuasa hukum," tutur Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bekasi Andre Abraham, Selasa (31/5).
Sebelumnya, Refer Harianja selaku kuasa hukum tersangka AS sudah melayangkan surat tersebut ke Kejari yang juga diumumkan di media massa. Dalam surat tersebut, Refer meminta Kepala Kejari, Kasi Pidsus, dan penyidik yang memeriksa kliennya dicopot dari jabatannya karena tidak profesional menangani kasus ini.
Menanggapi langkah yang diambil Refer tersebut, Andre mengatakan pihaknya justru bisa menyerang balik dengan tuduhan menghalang-halangi dan mengganggu proses penyidikan. "Itu dapat terlihat saat penetapan AS menjadi tersangka dan akan ditahan. Kuasa hukumnya bereaksi berlebihan dengan berteriak dan menarik kliennya yang akan dibawa penyidik ke Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal. Insiden itu pula yang kemudian menyebabkan beberapa detail administrasi semisal penanggalan surat penahanan tidak tercantum," tuturnya lagi. Meski ada ketidaklengkapan penomoran pada surat penahanan, dipastikannya, penahanan terhadap AS tetap sah. Surat perintah penahanan yang ditandatangani Kajari berikut bukti pemberat sudah dikantongi.
Keberadaan alat bukti itu pula yang membuat kejaksaan akan tetap melanjutkan penyidikan kasus ini, walaupun tersangka AS sudah bebas dari tahanan. Pekan depan, AS bahkan akan kembali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Lebih lanjut dikatakan Andre, pihaknya telah mendapat satu saksi tambahan yang berasal dari dinas tempat tersangka AS memimpin. Alat bukti tambahan berupa keterangan saksi ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang /Jasa pun telah dipersiapkan. Keduanya tak hanya dihadirkan dalam penyidikan kasus AS, tapi juga kasus tersangka ATS yang bertindak sebagai pemberi gratifikasi terhadap AS. "Saksi untuk masing-masing tersangka enam orang yang sama, di mana tersangka AS dan ATS saling menjadi saksi," katanya.
Karena keterkaitan kedua kasus ini, Andre berharap majelis hakim yang nanti akan mengadili merupakan tim yang sama dengan jadwal persidangan berbarengan. Persidangan perdana ditargetkannya baru dapat digelar awal Juli 2011. (A-184/das)***

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food