Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Kantor Bupati Bekasi Dikirim Paket Misterius

Sempat Diduga Bom, Ternyata Berisi Buku
CIKARANG PUSAT-Teror paket mencurigakan kembali menghantui warga Bekasi. Kali ini, sebuah paket yang diduga bom ditemukan di dalam gedung bupati. Pada paket tersebut, tertera alamat yang tidak jelas dan tidak adanya alamat serta nama pengirim. Tim Gegana yang mendapat laporan langsung mengevakuasi paket tersebut.

Paket mencurigakan yang memiliki berat sekitar empat kilogram tersebut langsung dibawa tim Gegana ke Markas Detasemen Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya, Petamburan, Slipi, Jakarta Barat, kemarin siang. Di sana, paket tersebut dibuka dengan cara dirusak. Ternyata, paket mencurigakan tersebut hanya berisikan tumpukan buku.
Adanya dugaan paket berisi bom sempat membuat heboh seluruh staf Pemda Kabupaten Bekasi. Terlebih bagi pegawai yang berada di dalam gedung bupati. Setelah mendengar isu tersebut, pegawai Pemkab Bekasi berlari berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Paket mencurigakan yang dibungkus kertas berwarna cokelat yang bertuliskan alamat tujuan: BN Kota Bekasi, Bag. Kesos, Kota Deltamas, Cikarang Pusat, pertamakali berada di ruang tunggu di dalam kantor Wakil Bupati Darip Mulyana yang berada di lantai dua, Jumat (13/5) lalu. Namun, paket tersebut malah dibiarkan saja.
Karena dinilai alamat tujuannya salah, paket tersebut kemudian dipindahkan ke lobi gedung bupati, di lantai satu, Jumat (20/5) pagi. Namun, oleh anggota Satpol PP yang sedang berjaga, paket tersebut dibawa ke ruang Satpol PP untuk diamankan.
Setelah diteliti, ternyata pada paket tersebut terdapat sejumlah kejanggalan. Selain salah alamat, pada paket tersebut juga tidak mencantumkan nama dan alamat si pengirim. Karena tidak mau ambil risiko, paket mencurigakan tersebut dilaporkan ke Polresta Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 11.00.
’’Sempat pindah-pindah paket itu. Waktu di ruangan pak wakil bupati tidak dibuka, mungkin karena alamatnya salah. Tapi, anehnya, paket itu dikirimnya Jumat (13/5) sore dan tidak ada yang tahu siapa yang bawa. Selain itu tidak ada tanda terimanya. Makanya, tadi (kemarin, red.) siang kami langsung lapor polisi,” ungkap Kasatpol PP Kabupaten Bekasi Iwan Ahmad Septadi.
Sementara itu, setelah mendapat laporan paket mencurigakan, tim Gegana Polda Metrojaya tiba di lokasi sekitar pukul 14.00. Dengan beranggotakan tujuh orang, tim Gegana langsung mengambil tindakan dengan cara mendeteksi isi paket tersebut menggunakan sinar X. Namun, hasilnya tidak terbaca.
Diduga karena tidak mau ambil risiko, paket tersebut kemudian diambil oleh seorang anggota Gegana yang menggunakan seragam khusus antibom dan langsung membawanya ke mobil. Selanjutnya, paket tersebut dibuka dengan cara dibongkar dan diketahui hanya berisikan buku.
Meski pun paket tersebut bukan bom, kata Iwan, untuk mengantisipasi kekhawatiran serupa, pihaknya berencana untuk memasang pintu detektor di depan pintu masuk gedung bupati. ’’Selain sudah menerapkan satu pintu, pintu detektor juga akan dipasang. Kami juga akan memperketat setiap tamu atau barang yang masuk ke dalam,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bekasi Kompol Novi T Nurrohmad mengatakan, paket yang dicurigakan tersebut, diakuinya tidak memiliki alamat yang jelas serta tidak adanya nama dan alamat si pengirim. Selain itu, saat dilakukan deteksi dengan X-Ray oleh tim Gegana, juga tidak bisa terbaca hasilnya.
’’Paket mencurigakan langsung dibawa Gegana. Karena, hasil X-Ray tidak bisa terbaca. Tapi, setelah dibuka dengan cara dirusak, ternyata isinya buku. Sebelumnya, tim Gegana tidak mau ambil risiko dengan cara meledakkan di lokasi,” katanya. (enr)

Sumber : Radar

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food