Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Kadis Bimarta Kota Bekasi Dibebaskan

BEKASI, GlestRadio.com.- Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air (Bimarta) Kota Bekasi Agus Sofyan bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal, Selasa (24/5) malam, setelah menjalani masa penahanan selama 18 hari.
Kebebasan Agus dipastikan menyusul dikabulkannya gugatan praperadilan tim kuasa hukumnya oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Selasa (24/5) siang.

Kuasa hukum Agus, Refer Harianja mengatakan, pengadilan mengabulkan gugatan yang diajukannya. Keputusannya tertuang dalam surat Nomor 02/PRAPER/5/2011 yang menyatakan penahanan terhadap Agus Sofyan tidak sah dan karenanya harus dibatalkan demi hukum.
"Begitu dikabulkan, kami langsung kembali ke Bekasi dan mengurus administrasi pembebasan Pak Agus," katanya melalui sambungan telefon, Selasa (25/5) malam.
Pascapembebasan tersebut, Refer tak menutup kemungkinan munculnya keberatan dari tim jaksa penuntut umum yang menyeret kliennya ke Lembaga Pemasyarakatan.
"Mereka bebas menyatakan keberatan dan mengajukan langkah hukum sebagai perlawanan. Yang pasti kami siap melawan upaya apa pun yang mereka lakukan dengan bekal bukti-bukti kuat yang ada," tuturnya lagi.
Materi gugatan yang mulai disidangkan pada Rabu (18/5) itu seputar penahanan dan penangkapan terhadap kliennya yang dinilai menyalahi prosedur. Refer menilai cara kejaksaan menaikkan status kliennya dari saksi menjadi tersangka dalam waktu singkat menyalahi tata cara yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Belum lagi penahanan yang dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bekasi Andre Abraham mengatakan, meskipun bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal, kasus hukum yang melibatkan Agus akan tetap diproses. Status Agus pun tetap sebagai tersangka.
"Meskipun ada kejanggalan, tapi kami tetap menghormati keputusan yang ditetapkan Pengadilan Tipikor," katanya. Kejanggalan yang dimaksudnya ialah dibebaskannya penerima suap, padahal pemberinya masih ditahan.
Pihaknya pun terus mengumpulkan bukti dan saksi tambahan. Termasuk juga meminta keterangan ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa. Ia menargetkan paling lambat akhir bulan ini persidangan sudah bisa digelar.
Kasus yang menjerat Agus ialah dugaan gratifikasi sebesar Rp 150 juta yang diterimanya kala masih menjabat sebagai Kepala Bidang Prasarana dan Permukiman Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kota Bekasi pada tahun 2006. (A-184/A-26).***

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food