Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Sambut KPK saat Dilakukan Rekonstruksi Ibu - Ibu Minta KPK Seret Juga Wawali


BEKASI SELATAN – Kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pemkot Bekasi, bersama Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad untuk menjalani rekonstruksi, mendapatkan perhatian ratusan ibu-ibu majelis taklim. Mereka pun menyambut kedatangan rombongan dengan aksi damai, kemarin.

Sejak pukul 08.00, kantor Pemerintahan Kota Bekasi di Jalan A Yani telah dipenuhi masyarakat Kota Bekasi. Mereka terdiri dari ibu-ibu majelis taklim, aktivis perempuan, kader Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP), serta beberapa anggota dari Forum Bekasi Rembuk (FBR) Kota Bekasi.


Sejumlah aparat kepolisian dengan seragam dan senjata lengkap yang juga dibantu dengan anggota satuan polisi pamong praja (Satpol PP) terlihat berjaga-jaga di area Kantor Pemkot Bekasi. Pintu masuk yang berada di sebelah Utara di tutup, 4 orang petugas Dishub berjaga-jaga di pintu gerbang itu. Semua arus masuk dialihkan ke pintu sebelah Barat, sementara pintu keluar untuk kendaraan sepeda motor tetap di pintu sebelah Selatan.

Dengan membentangkan spanduk besar yang bertuliskan dukungan terhadap Mochtar Mohamad, ratusan ibu-ibu itu juga membacakan doa yang dikhususkan untuk orang nomor satu di Kota Bekasi yang saat ini menjadi tersangka dan tahanan KPK di Rutan Salemba.

Tepat pukul 10.15, 6 buah mobil yang membawa rombongan anggota KPK beserta Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad masuk ke area parkir depan Kantor Pemkot. Sementara Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad berada di salah satu mobil tahanan KPK, dengan nomor polisi B 8593 WU.

Saat turun dari kendaraan, M2, sapaan akrab pria asal Gorontalo yang saat itu mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak warna hitam dan merah, langsung disambut ratusan pendukungnya yang mengatasnamakan, gerakan masyarakat cinta Mochtar Mohamad (GMCMM).

Merekapun langsung berebutan memberikan salam kepada suami dari Sumiyati Mochtar ini. “KPK jangan tembang pilih,”teriak para ibu-ibu ketika wali kota turun dari mobil menuju kantor Pemkot Bekasi. Sementara yang lainnya terus mengumandangkan salawat nabi.

Ayah dari 3 orang anak ini melemparkan senyumnya kepada ratusan pendukungnya yang sejak pagi telah menunggunya. Dengan pengawalan yang sangat ketat, Mochtar melambaikan tangannya. ”Tenang-tenang,” kata pria yang menjadi tahanan KPK sejak 13 Desember 2010 lalu ditahan KPK.

Dengan penjagaan yang sangat ketat, Mochtar Mohamad langsung menuju ruang kerjanya, yang berada disebelah Selatan lantai dasar gedung Pemerintahan Kota Bekasi. Pintu utama kantor Pemkot pun langsung ditutup polisi dan satpol PP. Sempat terjadi dorong-dorongan antara petugas keamanan dengan para wartawan dan para pendukung Mochtar.

Koordinator aksi, Dede Harmanda kepada Radar Bekasi mengatakan, aksi damai tersebut merupakan bentuk dukungan dari masyarakat Kota Bekasi kepada Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad.

“Kalau memang tidak bersalah kenapa harus ditahan, dan kalau memang bersalah kenapa sampai sekarang belum ada putusannya. Ini menurut saya sangat aneh sekali,” terangnya kepada Radar Bekasi.

Selain itu juga Dede meminta kepada KPK tidak tembang pilih terhadap pemberantasan korupsi yang ada di Kota Bekasi. Karena kasus korupsi di Kota Bekasi masih banyak sekali, dan kenapa yang ditahan hanya wali kotanya saja, sedangakan yang lainnya masih dibebaskan begitu saja.

Dede juga mendesak KPK untuk menyeret Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Pasalnya kata wanita yang selalu mengenakan jilbab ini, Rahmat Effendi juga diduga banyak melakukan korupsi di Kota Bekasi, dan disinyalir juga terlibat dalam kasus dugaan gratifikasi pengesahan APBD 2010.

“Jangan tebang pilih, dan seret semua pelaku yang terlibat. Kami dengar ada pengakuan bahwa Wawali juga ikut terlibat. Makanya kami minta agar KPK mengusut dugaan keterlibatan Wawali,” bebernya.

Apalagi saat rombongan KPK datang ke kantor Pemkot, sama sekali tidak tampak kehadiran Rahmat Effendi. ”Seharusnya dia (wakil wali kota) ada di tempat ini, tetapi ini sama sekali tidak kelihatan,” tegas Dede. (mif)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food