Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Reka Ulang Kasus Dugaan Korupsi Walikota Bekasi Diwarnai Perdebatan

BEKASI, GlestRadio.com.- Reka ulang yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (15/3), sebagai bagian dari penyidikan kasus yang menjerat Walikota Bekasi Mochtar Mohamad membuat tim kuasa hukum Mochtar yakin kalau sangkaan yang dialamatkan kepada kliennya mentah. Mochtar Mohamad diduga terlibat dalam tiga kasus berbeda, yakni pemenangan Adipura Kota Bekasi tahun 2010, penyuapan terkait pengesahan APBD tahun 2010, serta pengelolaan dan pertanggungjawaban APBD Kota Bekasi tahun 2010. Adapun reka ulang yang dilakukan di ruang rapat walikota dan ruang bagian umum kantor pemerintah Kota Bekasi dikhususkan pada penyidikan kasus pemenangan Adipura.


Keyakinan tersebut muncul setelah terjadi kemandegan saat dilakukan rekonstruksi di ruang rapat walikota. Ditambah pernyataan tidak etis dari koordinator penyidik KPK Komisaris Gunawan kepada saksi. "Penyidik sempat bertanya kepada perwakilan 15 SKPD (satuan kerja perangkat dinas) yang hadir sebagai saksi 'Kenapa diam? Apa karena ada ancaman? Apa ancaman berupa mutasi? Kalau iya, bilang saja pada kami," kata Yanuar, anggota tim kuasa hukum, di hadapan wartawan.

Para saksi, lanjutnya, memang tidak ada satu pun yang angkat bicara. Diamnya saksi karena mereka tidak berani menyatakan fakta yang sesungguhnya. "Maka dapat dipastikan kesaksian itu ngawur. Bukti yang dimiliki KPK prematur," katanya lagi.

Hal tersebut yang membuat reka ulang kemudian dihentikan setelah berlangsung selama tujuh jam. Padahal baru lima adegan yang dilakukan. Rekonstruksi pun akan dilanjutkan Rabu (16/3) ini di rumah dinas walikota.

Kejanggalan lain yang dimaksud tim kuasa hukum ialah tidak disertakannya adegan saat walikota datang ke ruang bagian umum. Reka ulang hanya fokus pada saat pertemuan. "Semestinya reka ulang dilihat dari proses hulu ke hilir supaya jelas terlihat hal yang sesungguhnya. Memang kebiasaan wali kota setiap selesai Jumatan mengunjungi dinas-dinas sebagai bagian interaksi antara pimpinan dengan bawahannya," ucap Sira Prayuna, anggota tim yang lain.

Juru Bicara KPK Johan Budi, dihubungi melalui sambungan telepon, mengungkapkan reka ulang dilakukan untuk mencari gambaran riil terkait kasus yang menjerat Mochtar Mohamad. "Memang tidak semua kasus yang ditangani KPK melakukan reka ulang. Tapi untuk kasus ini kami membutuhkan kronologi kejadian yang sebenarnya untuk dijadikan materi pelengkap di persidangan nanti," katanya. (A-184/das)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food