Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Kinerja Dinas P2B Lemah, PAD Perizinan Bocor


BEKASI TIMUR- Ironis, di saat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan meningkat, justeru peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi dalam hal Izin Mendirikan Bangunan (IMB) diturunkan targetnya menjadi Rp10 miliar. Jauh dari target 2010 yang sebelum dilakukan APBD Perubahan mencapai Rp13,8 miliar.




Bahkan, tidak tercapainya target PAD yang sudah terjadi 3 tahun berturut-turut, lantaran lemahnya kinerja Dinas Penataan Pengawasan Bangunan (P2B), sebagai dinas teknis yang bertanggung jawab terhadap penggalian potensi PAD dari sektor perizinan bangunan yang juga diduga rawan terjadinya kebocoran.

“Pencapaian target PAD Dinas P2B di 2010 sebenarya tertolong APBD Perubahan yang menurunkan target mereka menjadi sekitar Rp9,8 miliar dan hanya tercapai Rp9,3 miliar. Tapi kalau target mereka tidak diturunkan, pencapaian target mereka hanya 62 persen. Artinya target mereka tidak tercapai karena target sebelum perubahan Rp13,8 miliar. Kami juga gak ngerti kenapa sampai diturunkan,” ucap Ketua Komisi C DPRD Kota Bekasi Anim Imanudin.

Meskipun demikian, lanjut Anim, pihaknya masih pesimis kalau dinas yang dikomandoi Rayendra Sukarmadji itu akan bisa mengejar target. Apalagi tidak ada evaluasi terhadap kinerja SKPD.

“Yang banyak diabaikan saat ini adalah pembinaan dan kontrol dalam Dinas P2B. Baik itu terhadap pegawai dan pejabat di dinas maupun di UPTD. Apalagi yang terjadi kasus-kasus di lapangan banyak UPTD yang kemudian kerjanya hanya menjadi seperti calo-calo saja. Yang akhirnya menghambat dan membuat masyarakat maupun pengusaha berbelit-belit dalam membuat IMB. Akhirnya potensi PAD pun tersumbat. Salah satu contohnya Lab School di Jatisampurna. Bukan akhirnya dipermudah malah pihak sekolah yang syarat perizinannya tidak ada masalah, akhirnya terhambat,” papar politisi PDIP yang akrab disapa Anim ini.

Terpisah, Heli Mulyaningsih, Anggota Komisi C dari Fraksi Demokrat mengatakan, banyak potensi yang masih belum maksimal tergali dalam hal perizinan bangunan di Kota Bekasi. Termasuk, perubahan fungsi bangunan dan perubahan awal bentuk bangunan disebabkan penambahan bangunan.

“Saat ini Dinas P2B beralasan kalau lahan di Kota Bekasi menurun, sehingga pambangunan baru menurun. Namun, itu tidak bisa dijadikan alasan karena IMB itu bukan hanya bangunan baru saja. Perubahan bangunan pun yang saat ini marak harus ada izinnya dan itu harus terdata dengan rapih serta diawasi Dinas P2B,” paparnya.

Heli menambahkan, lemahnya pendataan dan pengawasan harus ditingkatkan Dinas P2B dalam menggali potensi dengan minindak bangunan yang tidak memiliki IMB. Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat dan pengusaha akan tidak semaunya membangun maupun merubah bentuk bangunan.

“Sebagai solusi, di 2011 ini dewan sudah mengusulkan adanya anggaran dalam pengawasan potensi PAD. Pengawasan dilakukan dengan DPPKAD, Inspektorat dan dewan dalam hal ini Komisi C, termasuk pengawasan potensi yang menjadi wilayah Dinas P2B,” pungkasnya. (rif)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food