Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Dengarkan Glest Radio 774 AM - Tangerang ...::...Iklankan Produk dan Usaha Anda di www.glestradio.com atau di Glest Radio 774 AM ...::...Anda Sedang Mendengarkan Glest Radio Streaming, yang dipancarluaskan dari Graha Glest - Tangerang - Banten....::.....::..Mau Pasang iklan Di Glest Radio atau situs glestradio.com silahkan Klik Di Sini

Izin Air Isi Ulang Perlu Ditinjau Ulang


SUKAWANGI - Izin usaha depo air isi ulang di Kabupaten Bekasi dipertanyakan. Pasalnya, dari empat depo air isi ulang yang dikunjungi komisi D kemarin sore, tiga diantaranya tidak memiliki izin usaha. Sedangkan satu depo hanya memiliki surat keterangan domisili usaha (SKDU) yang dikeluarkan pihak desa setempat.
Sejatinya, usaha depo air isi ulang dilengkapi di antaranya dengan ijin usaha dan hasil uji laboratorium mengenai kandungan dari air isi ulang tersebut. Namun kenyataannya, semakin menjamurnya depo air isi ulang, tidak dibarengi dengan kelengkapan perizinannya.
Anggota komisi D Nabrih mengungkapkan, empat depo air isi ulang juga tidak memiliki zin dinas terkait serta uji klinis dari lembaga kompeten. Selain itu, beberapa selebaran kertas yang diakui pengusaha merupakan hasil uji laboratorium, diduga hanya formalitas.
Untuk itu, Komisi D mengambil sampel air dari tiap depo air isi ulang yang mereka datangi untuk diuji laboratorium. Hasilnya, kata dia akan keluar sepekan kedepan.
Bila dari hasil uji klinis menyebutkan air isi ulang tersebut mengandung zat berbahaya dan tidak layak untuk dikonsumsi, maka kata Nabrih akan ditindaklanjuti dengan memanggil penyuplai air isi ulang dan beberapa SKPD terkait perizinan “Secepatnya sampel ini akan kami bawa ke laboratorium. Karena ini bisa berbahaya kalau dibiarkan,” katanya.
Dijelaskan Nabrih, sekitar 80 persen warga Kabupaten Bekasi mengonsumsi air isi ulang. Terlebih warga yang tinggal di wilayah yang kesulitan air bersih.
“Warga yang tinggal di wilayah utara, umumnya mengonsumsi air isi ulang. Karena umumnya di wilayah Utara kualitas air tanahnya jelek. Jadi warga mengandalkan air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari.
Apalagi, satu galon harganya cuma sekitar Rp3 ribu,” papar Nabrih yang didampingi Muhtadi Muntaha, Agus Suryadi dan Wakil Ketua Komisi D, Sa’dan.
Salah seorang pemilik usaha depo air isi ulang Ali (29) mengatakan, air isi ulang yang ia jual berasal dari wilayah Citiis, Kabupaten Bogor. Namun dia belum mengetahui secara pasti sumber air tersebut, kendati usahanya yang berlokasi di Kampung Balongasem, Desa Sukabudi sudah berjalan sekitar enam tahun.
“Kalau di tempat saya, kualitasnya bagus. Tapi ada pengirim air yang kualitasnya jelek seperti bau dan berlumpur. Biasanya yang seperti itu ditolak. Selama ini belum ada konsumen yang mengeluh. Tapi, memang selama ini belum ada yang datang dari dinas untuk menguji air isi ulang saya,” paparnya. (enr)

0 komentar:

Posting Komentar

Glest Musik

GlestRadio-Food